Showing posts with label POLITIK. Show all posts
Showing posts with label POLITIK. Show all posts

Wednesday, 19 October 2016

Niat Benahi Kipas Angin, Pria di Jombang Malah Tewas Tersengat Listrik

 
Korban meninggal dengan posisi tergeletak di lantai dengan mengenakan celana pendek dan kabel terlilit di kaki dengan kondisi stop kontak yang masih menancap. (FOTO: AAN)









JOMBANG, (https://kabarmawot.blogspot.co.id) – Niat hati ingin memperbaiki kipas angin yang sudah rusak, M Solikin (40) warga Kelurahan Jombatan, Kecamatan/Kabupaten Jombang, malah tewas tersengat listrik, Senin (17/10/2016), di dalam rumahnya. Akibatnya, warga yang mengetahui berbondong-bondong ke lokasi kejadian.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 12.00 wib, di Jl Bali Kelurahan Jombatan, Kecamatan Jombang. Saat itu, anak korban yang bernama Hayu Dwi Lestari pulang dari sekolah menuju rumahnya. Saat masuk ke dalam rumah, Hayu melihat korban sudah tergeletak di lantai rumah dengan posisi badan tengkurap di ruang tamu rumahnya.
Kaget dengan kondisi ayahnya, anak korban berteriak hingga mengundang warga sekitar. Warga yang mendengar terikan anak korban, kemudian mendatangi lokasi kejadian. Saat ditemukan warga, kondisi korban sudah tak bernyawa. Diduga, korban meninggal akibat sengatan listrik dari kipas angin yang diservice-nya. Sebab, saat ditemukan di lokasi, korban tergeletak di lantai dengan mengenakan celana pendek dan kabel terlilit di kaki dengan kondisi stop kontak yang masih menancap.
“Saat kita lihat kondisi korban sudah meninggal dan kabel masih tertancap di aliran listrik sehingga waktu itu saya cabut,” terang Sukari, saksi di lokasi kejadian.
Dikatakannya, warga saat itu juga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek setempat. Petugas yang mendapatkan laporan kemudian mendatangi lokasi kejadian. Berdasarkan penyelidikan, di tubuh korban tidak ditemukan bekas penganiayaan. Sehingga tewasnya korban diyakini murni karena kecelakaan.
“Setelah jenazah korban diidentifikasi di RSUD Jombang, korban murni meninggal dunia karena tersengat aliran listrik,” ujar Kapolsek Jombang, AKP Mudjiono.
Meski begitu, untuk penyelidikan lebih lanjut, petugas mengamankan beberapa alat bukti yang menewaskan korban. “Beberapa bukti yang kita amankan diantaranya kipas angin berkondisi rusak dan stop kontak beserta kabelnya,” ujar mantan Kapolsek Perak ini.

Saturday, 15 October 2016

Pemerintah Jatim Tetapkan Siaga Bencana di 35 Daerah

Bencana alam. 
https://kabarmawot.blogspot.co.id- Pemerintah Provinsi Jawa Timur menetapkan status siaga darurat bencana di 35 dari 38 kabupaten/kota yang ada di wilayah setempat agar bisa memobilisasi semua sumber daya yang dimiliki untuk menangani bencana.




"Status siaga darurat bencana ditetapkan melalui surat keputusan yang ditandatangani Gubernur Jawa Timur Soekarwo," ujar Kepala Biro Hukum Setdaprov Jatim Himawan Estu Bagijo saat dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu (15/10/2016).
Surat keputusan tersebut dikeluarkan pada 12 Oktober 2016 dengan nomor surat 188/585/KPTS/013/2016 tentang Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Tanah Longsor, Puting Beliung dan Rob di Jatim.
Sebanyak 35 daerah yang ditetapkan status siaga darurat bencana itu, yakni Kabupaten Madiun, Pacitan, Ponorogo, Lamongan, Banyuwangi, Trenggalek, Blitar, Tulungagung, Bojonegoro, Kabupaten Mojokerto dan Jombang.
Kemudian, Kabupaten Probolinggo Lumajang, Bondowoso, Pamekasan, Sumenep, Sampang, Pasuruan, Bangkalan, Sidoarjo, Nganjuk, Kediri, Kota Pasuruan, Kota Kediri, Kota Malang Batu, serta Kota Probolinggo.
Dengan adanya keputusan ini maka semua sumber daya yang dimiliki pemerintah untuk menangani bencana tersebut bisa dikeluarkan.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Jatim Sudarmawan menyampaikan status siaga darurat bencana dikeluarkan untuk mempermudah pemerintah di daerah dalam segi administrasi, seperti kebutuhan anggaran, peralatan, dan lainnya.
"Ini menjadi landasan untuk mengeluarkan sumber daya, baik sumber daya manusia, peralatan, logistik hingga anggaran," katanya.
Tidak itu saja, kata dia, dengan adanya status siaga darurat ini juga sebagai landasan menyiapkan segala sesuatunya terkait kebencanaan, mulai pembuatan posko 24 jam, penambahan personel hingga mengelola kegiatan bencana.

9 Pelaku Curanmor Diringkus, 1 Diantaranya Dihadiahi Timah Panas



https://kabarmawot.blogspot.co.id/
Pelaku curanmor dan barang bukti saat diamankan di Mapolres Jombang. 
 
JOMBANG,
– Enam pelaku curanmor (pencurian bermotor) dan tiga penadah, berhasil dibekuk Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jombang. Enam pelaku diantaranya, BS (39) dan SS warga Desa Tengaran, Kecamatan Peterongan, ASP (25) warga Desa/Kecamatan Sekar, Bojonegoro, AW (26), AZ (29) serta HS (24), warga Kedongotok, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang. Sedangkan tiga penadahnya adalah HSN (48), WJT (37) dan ZA (46), warga Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang. Selain itu, dari hasil penyelidikan dari beberapa pelaku memiliki dua sindikat yang berbeda.
Selain membekuk kesembilan pelaku, korps berseragam coklat ini juga berhasil mengamankan 55 unit sepeda motor berbagai merk.
Kapolres Jombang, AKBP Agung Marlianto mengatakan, pembongkaran sindikat curanmor itu dilakukan sejak tiga bulan. Saat melakukan aksinya, lanjut Kapolres, pelaku menggunakan beberapa alat seperti kunci T dan juga kunci lainya. “Ada beberapa alat yang digunakan tersangka yang sudah kita amankan,” ujarnya, Rabu (12/10/2016).
Dalam menjalankan aksinya, terang AKBP Agung, para pelaku memiliki spesialisasinya sendiri. Seperti di lokasi keramaian seperti pasar, pertokoan hingga pinggir jalan. Namun, untuk lokasi sepi para pelaku sering mengincar perkampungan dan rumah kos.
“Untuk pengembangan lebih lanjut, para pelaku kita amankan di Mapolres Jombang,” pungkasnya.

Thursday, 22 September 2016

Tinju dan Push-up, Begini Cara ISIS Ubah Gadis Cilik Jadi Algojo


Dikutip dari Daily Mail pada Kamis (22/9/2016), dunia maya dikagetkan dengan merebaknya sebuah video seorang terduga militan ISIS sedang melatih anak perempuan untuk berkelahi menjadi calon tentara anak ISIS. Dalam tayangan juga terlihat seorang balita berpopok berkeliaran menggenggam sebuah pistol.
Rekaman dilakukan di suatu tempat yang tidak diketahui. Tampak anak perempuan kecil berdiri dekat sebuah senapan mesin sambil berulang kali meninju sasaran latihan yang biasanya dipakai petinju.
Pria yang mengenakan pakaian hitam putih ditengarai sebagai ayah bagi anak-anak tersebut.
Masih dalam tayangan yang sama, pria itu kemudian mengajak putrinya melakukanpush-up, sementara balita lelaki di latar belakang melambaikan pistol di sekitar kepalanya sambil berada dekat sepucuk Kalashnikov yang bersandar di dinding.



Identitas, waktu, dan tempat kejadian tayangan Instagram itu belum diketahui, namun ini bukan pertama kalinya ada tayangan terduga anggota ISIS melatih anak-anak kecil untuk dijadikan algojo. 
Ada beberapa tayangan "anak-anak singa dari kalifah" sedang berlatih halang-rintang. Video-video lain bahkan mempertontonkan anak-anak kecil sedang melakukan eksekusi terhadap para tahanan.



Kelompok militan ISIS semakin gencar menggunakan anak-anak seiring dengan dugaan berkurangnya tentara mereka yang diduga mundur dari Suriah dan Irak untuk kembali ke Raqqa.
Sebuah lembaga bernama Quilliam Foundation melaporkan bahwa tahun ini saja ada sekitar 50 anak-anak warga Inggris yang  dilatih untuk menjadi penerus militan ISIS.

Wednesday, 14 September 2016

Nekad Mencuri di Café, Remaja 15 Tahun Tertangkap





Ilustrasi



JOMBANG, (https://kabarmawot.blogspot.co.id) – Karena lolos melakukan aksi mencurinya yang pertama, remaja pengangguran ini, ABA (nama samaran) nekad mengulangi perbuatan mencurinya, di lokasi yang sama, sebuah café yang berada Jl Jaksa Agung Suprapto, Kelurahan Kepanjen, Kecamatan/ Kabupaten Jombang, Jum’at dini hari (9/9/2016) sekitar pukul 01.00 WIB.
Namun, aksi keduanya pada dini hari itu, dia gagal. Dalam melancarkan aksinya, Aba (15) remaja yang tinggal bersama neneknya di Jombang itu, mengulang cara pertamanya. Mulanya, dia memastikan kondisi café sudah sepi.
Setelah dirasa aman, dia berusaha masuk café dengan cara memanjat pagar melalui wastafel. Setelah menaiki pagar, dia kemudian menuju bagian atas teras, dan dilanjutkan berjalan melalui atap genting dengan mengendap-ngendap, menuju tempat sasaran.
Aba kali ini apes. Salah satu warga memergoki dirinya saat berada diatas genting. Karena gerak-gerik yang mencurigakan, warga yang saat itu melintas di lokasi kejadian, langsung berteriak “maling”, sekencang-kencangnya. Sejurus kemudian, warga sekitar yang mendengar suara teriakan berdatangan ke lokasi dan kemudian berhasil menangkap pelaku. Beruntung, saat itu sejumlah warga tidak main hakim sendiri. Oleh warga, pelaku kemudian digiring ke Mapolsek Jombang Kota.
Di hadapan petugas, pelaku mengaku tidak sekali ini melakukan aksi mencurinya di café itu. Sebelumnya, pelaku pernah mencuri sekitar bulan Juli 2016, sekitar pukul 2.00 WIB. Kala itu, pelaku berhasil menggondol mesin penyimpan uang merk Casio warna silver dalam kondisi rusak, dan di dalamnya terdapat uang Rp 200 ribu. “Pelaku mengaku lupa tanggal berapa,” kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang, Iptu Dwi Retno Suharti.
Selain itu, lanjut Iptu Retno, petugas juga mengamankan barang bukti berupa mesin penyimpan uang merk Casio warna silver dalam kondisi rusak, dan gunting rumput yang berhasil digondolnya. “Akibat aksi pencurian itu, pemilik café mengalami kerugian sekitar Rp 6 juta,” sambungnya.
Karena pelaku masih di bawah umur, kasus tersebut dilimpahkan ke unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jombang. “Hingga saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan secara intesif di PPA Polres Jombang,” kata perwira asal Kabupaten Ngawi ini.

Cegah Kejahatan Pada Anak, Polisi di Jombang Berikan Sosialisasi Pencegahannya




Kasubbag Humas Polres Jombang, Iptu Dwi Retno Suharti saat memberi sosialisasi terkait munculnya predator seksual terhadap anak di SD Candimulyo I, Kecamatan Jombang. (FOTO: ARI)



JOMBANG, (https://kabarmawot.blogspot.co.id/) – Munculnya predator seksual terhadap anak, Polres Jombang melalui Kepal Sub Bagian Humas memberikan sosialisasi kepada salah satu Sekolah Dasar di Kecamatan/Kabupaten Jombang, Selasa pagi (13/9/2016). Hal ini dilakukan pihaknya, setelah salah satu wali murid yang mengungkapkan kejahatan kepada anggota keluarganya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar di media sosial (Medsos, red) beberapa waktu lalu.
Salah satu keluarga wali murid mengatakan, bahwa saudaranya yang masih anak-anak menjadi korban pelecehan seseorang saat di bangku sekolah. Dalam penuturanya di Medsos berupa facebook itu, dirinya mengatakan bahwa saudaranya menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan dengan ciri pelaku menggunakan sepeda motor merk Mio warna biru.
“Dari aduan itulah kami melakukan sosialisasi terhadap walimurid yang ada di Sekolah Dasar Negeri Candimulyo 1,” terang Kasubbag Humas Polres Jombang, Iptu Dwi Retno Suharti.
Dalam kasus tersebut, lanjut mantan Kanit PPA ini, keluarga korban mengatakan bahwa korban telah mengalami kejahatan seksual oleh orang asing yang tak dikenal sepulang sekolah. Berdasarkan informasi tersebut, pihaknya melakukan sosialisasi munculnya kejahatan kepada anak terhadap walimurid di sekolah tersebut. Sebab dari keterangan korban, pelaku saat itu berpura-pura mendekati korban saat berjalan pulang bersama teman sekolahnya.
Namun yang menjadi incaran hanya korban. Saat lengah, korban yang masih tergolong anak-anak tak bisa berbuat banyak. Saat itu juga pelaku dengan leluasa meraba-raba tubuh korban.
“Kejahatan ini sudah mengancam anak-anak. Sehingga mendorong kita untuk segera jemput bola dalam kasus ini. Termasuk memberikan sosialisasi kepada guru serta walimurid dan mendatangi sekolah korban saat itu juga,” ujarnya.
Tak hanya itu, saat ini pihaknya masih melakukan pengumpulan data terkait kasus yang menimpa bocah SD Candimulyo 1, Kecamatan Jombang tersebut. “Dengan munculnya hal ini. Kita berharap agar semua masyarakat, terutama para orang tua agar memperketat pengawasan terhadap anak saat berada di lingkungan luar rumah. Sebab kejahatan bisa terjadi dimana saja, termasuk kepada anak-anak. Jadi kita menghimbau kepada semua masyarakat agar lebih waspada saat menjaga buah hatinya,” pungkas Polwan berhijab ini.

Korban Ketiga Santri Al-Falah Tenggelam di Sungai Brantas, Ditemukan

https://kabarmawot.blogspot.co.id/
Jenazah Adi, santri Ponpes Al-Falah yang menjadi korban tenggelam di sungai Brantas, saat disemayamkan di rumah duka. (FOTO: IST)

JOMBANG, (https://kabarmawot.blogspot.co.id) – Jasad Adi Tri Cahyo Hidayat (18), santri Ponpes Al-Falah, asal Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, akhirnya juga ditemukan, Selasa (13/9/2016) sekitar 16.30 WIB.
Adi merupakan korban terakhir yang ditemukan tak jauh dari titik kejadian, sama seperti kedua korban temannya. Ketiganya menyembul dari dalam air sungai Brantas, masing-masing berjarak sekitar 2 hingga 2,5 jam.
Jasad Adi kemudian dievakuasi Tim SAR, dari jarak 50 meter dari lokasi tenggelamnya ketiga korban. Dengan ditemukannnya korban ketiga ini, tuntas sudah proses pencarian yang dilakukan Tim SAR gabungan BPBD Jombang dan Basarnas Jatim, petugas kepolisian dan warga sekitar.
“Jasad ketiga sudah ditemukan. Semua korban dievakuasi dan dibawa langsung ke rumah duka masing-masing untuk proses pemakaman. Dan tugas kami selesai,” tandas Nur Huda, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang, Selasa (13/9) petang.
Miftakhul Huda, pengasuh Ponpes Al-Falah menyatakan terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut terlibat dalam proses pencarian ketiga jasad santrinya. “Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, musibah ini akan kami jadikan pelajaran terbaik. Untuk keluarga yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan,” ujar Miftakhul Huda dengan raut muka sedih.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tiga santri Ponpes Al-Falah Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, dilaporkan tenggelam di sungai Brantas tidak jauh dari lokasi Ponpes, Senin siang (12/9/2016), sekitar jam 10.45 WIB
Insiden itu terjadi saat ketiga korban bersama belasan santri lainnya mencuci jerohan atau organ dalam hewan kurban yang disembelih di Ponpes setempat. Namun, salah satu dari mereka malah asyik mandi hingga menuju tengah sungai. Tak lama kemudian, tiba-tiba santri tersebut minta tolong. Dua temannya yang mengetahui temannya minta tolong, akhirnya berusaha menolong. Namun nahas, mereka malah ikut tenggelam.
Ketiga korban tersebut yakni diantaranya Adi Tri Cahyo Hidayat (18), Rabani Ardiansyah (19), keduanya asal desa setempat, dan Burhan (19) asal Desa Bakalan, Kec Sumobito, Kabupaten Jombang.

Tuesday, 13 September 2016

Puas Setelah Pesta Sabu, Pria asal Jombang Diringkus Polisi

Tersangka saat diamankan di Mapolres Jombang. (FOTO: ARI)

JOMBANG, (https://kabarmawot.blogspot.co.id/) – Ali Alimudin alias Amin (40), warga Dusun Sambongduran, Kecamatan Jombang Kota, diringkus petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jombang, setelah dia menggelar pesta sabu-sabu (SS) di rumah kedua temannya yang berinisial A dan D.

Pria paruh baya ini ditangkap saat di perlintasan kereta api Desa Badas, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang. Saat itu, pelaku hendak melanjutkan pesta sabu dengan teman wanitanya.
“Satu orang tertangkap usai pesta sabu. Sedangkan dua orang lagi, masing-masing berinisial D dan A masih buron. Mereka kita tetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang),” terang Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang Iptu Dwi Retno Suharti, Rabu (7/9/2016).
Perwira asal Ngawi ini menjelaskan, penangkapan pelaku berawal dari informasi masyarakat, bahwa pelaku sering malakukan pesta barang haram tersebut. Tak membuang waktu lama, petugas yang mendapatkan laporan tersebut, langsung melakukan pengintaian. Dan didapati pesta SS yang berlangsung di rumah teman tersangka telah bubar.
Sejurus kemudian, petugas mendapatkan informasi lagi bahwa yang bersangkutan sedang melakukan pesta SS di kawasan Sumobito. Tak ingin buruannya kabur, petugas melakukan pengejaran terhadap tersangka. Saat itu juga, pelaku berhasil ditangkap. Petugas juga mendapati sejumlah barang bukti yang dibawanya.
“Selain menangkap tersangka, kami juga menyita barang bukti. Diantaranya, satu plastik klip berisi SS seberat 0,30 gram, satu tutup botol terdapat 2 lubang dan 2 sedotan, sepeda motor serta satu unit ponsel. Hingga saat ini kita masih melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut,” terangnya.

Limbah Cair Dua Pabrik Gula di Jombang Mencemari Sungai

Sungai di Kecamatan Tembelang yang dialiri air buangan PG Djombang Baru. (FOTO: IST)
JOMBANG , (https://kabarmawot.blogspot.co.id/) – Air yang dibuang dua pabrik gula yang berada di Kabupaten Jombang, yakni PG Djombang Baru dan PG Tjoekir ke sungai, dinilai mencemari. Hal ini berdasarkan temuan Komunitas Santri Jogo Kali (SJK) Jombang, setelah melakukan sampling pada 2 saluran pembuangan limbah cair di dua pabrik tersebut.

Hasil uji sampling SJK pada Selasa (6/9/2016) pukul 00.57 WIB menyebutkan, air yang keluar dari outlet PG Djombang Baru berada pada suhu 35.0 derajat celcius. Air mengandung oksigen terlarut atau DO (dissolved oxygen) sebanyak 2,24 ppm, dan kandungan total zat padat terlarut atau TDS (Total Dissolved Solids) sebesar 243 ppm.
Sementara di PG Tjoekir, sampel yang diambil pada hari yang sama pukul 03.19 WIB dari tengah sawah itu, berada pada suhu 34,9 derajat celcius. Kandungan DO sebesar 0.8 ppm, dan TDS mencapai 267 ppm.

Ketua Komunitas SJK, Fatkhur Rohman menyebut, air yang DO-nya tinggi berarti kualitasnya bagus. Sebaliknya, semakin rendah DO semakin rendah kualitas air. Air dengan kadar DO rendah akan merusak hewan atau biota air, seperti ikan dan mikro organisme. Sementara, air dengan kandungan TDS-nya diatas 100 ppm, tidak layak diminum.
“Seperti apa yang sudah menjadi standar WHO (World Health Organization), air yang sehat untuk diminum itu kandungan TDS berkisar antara 1,00 ppm sampai 30,00 ppm,” tegas Fatkhur, Kamis (8/9/2016).

Tekait temuan SJK tersebut, Jalaluddin Hambali, pegiat lingkungan hidup yang juga aktif di SJK mengatakan, semestinya pihak terkait sudah harus bergerak, mengingat hasil sampling yang dilakukan SJK cukup memberikan bukti bahwa limbah cair yang dikeluarkan dua PG di Kota Santri dan mengalir ke sungai itu sudah merusak biota air.
“Kepolisian saya kira seharusnya menindaklanjuti temuan yang diperoleh teman-teman Santri Jogo Kali tersebut,” pungkas Jalal.

Tiga Santri Terseret Arus Sungai Brantas Saat Cuci Daging Kurban

https://kabarmawot.blogspot.co.id/
Tim SAR dari BPBD Kabupaten Jombang, saat melakukan pencarian tiga satri Ponpes Al-Falah yang menjadi korban terseretnya arus sungai Brantas. (FOTO: ARI)


JOMBANG, (https://kabarmawot.blogspot.co.id/) – Bermaksud membantu kelancaran berkurban, namun tiga santri Pondok Pesantren Al-Falah, Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang ini menjadi korban, akibat terseret arus Sungai Brantas di desa setempat, Senin (12/9/2016).
Ketiga korban tersebut yakni diantaranya Adi Tri Cahyo Hidayat (18), Ardi (19), keduanya sementara belum diketahui asalnya, dan Burhan (19) asal Desa Bakalan, Kec Sumobito, Kabupaten Jombang.
Kapolsek Kesamben, AKP Yudiono menjelaskan, insiden tak terduga itu terjadi sekitar pukul 10.45 WIB. Mulanya, sebanyak 14 santri Ponpes Al-Falah bermaksud mencuci organ bagian dalam (jerohan) hewan kurban sebanyak 2 sapi dan 12 kambing yang disembelih di Ponpes setempat, di tepi sungai Brantas.

Setelah rampung, namun Burhan tetap keasyikan bermain air. Bahkan ia nekad menuju ke tengah sungai. Tak berselang lama, tiba-tiba korban berteriak minta tolong. Derasnya arus sungai membuat korban tak bisa berbuat banyak. Mendapati tubuh temannya timbul tenggelam dipermainkan arus, dua teman Burhan hendak menolongnya. Tanpa pikir panjang, mereka langsung terjun ke sungai. Namun nahas, bukannya berhasil menolong, kedua teman Burhan tersebut juga ikut terbawa arus sungai.

Di lokasi kejadian, AKP Yudiono langsung turun ke lokasi untuk memimpin melakukan pencarian. Pihaknya juga meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengetahui secara pasti awal mula kejadian itu.
“Korban berjumlah tiga santri Ponpes Al-Falah. Saat ini kami masih meminta keterangan kepada sejumlah santri lainnya tentang awal kejadian nahas itu,” kata Yudiono.
Hingga sore ini, pukul 15.15 WIB, petugas dari Polsek Kesamben, tim SAR dari Badan Penanggunalan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, masih melakukan pencarian ketiga korban dengan menerjunkan perahu karet. Dan dibantu warga sekitar, mereka menyisir sungai Brantas.
“Semoga korban segera ditemukan,” harap AKP Yudiono, didampingi Kanit Reskrim, dan Babhinkamtibmas desa setempat, Senin (12/9/2016).

Satu Jasad Santri Korban Tenggelam di Brantas, Ditemukan Mengapung




https://kabarmawot.blogspot.co.id/ Suasana rumah almarhum Ardiansyah, sesaat setelah jenazahnya diturunkan dari ambulance Puskesmas Keliling. (FOTO: MS)








JOMBANG, – https://kabarmawot.blogspot.co.id Jasad salah satu dari tiga santri Ponpes Al-Falah, yakni Ardiansyah (19), yang tenggelam di sungai Brantas Dusun Ngerco, Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, akhirnya ditemukan, Selasa (13/9/2016) siang sekitar pukul 12.20 WIB.

Saat itu, jasad Ardi tiba-tiba muncul berjarak sekitar 100 meter di titik kejadian. Warga yang saat itu masih berkerumun di sekitar lokasi lokasi, segera memanggil petugas yang berada tidak jauh dari titik menyembulnya jasad korban. Sejurus kemudian, petugas dibantu warga sekitar langsung mengangkat jasad korban dari air. Jenazah langsung dievakuasi ke rumah duka di dusun setempat.
Setibanya di rumah duka, orang tua Ardiansyah, Sujadi (63) dan Eni (49), histeris dan shock mendapati anaknya ditemukan sudah tak bernyawa. Tetangga dan kerabat pun turun tangan menenangkan kedua orang tua korban.

Sementara H Miftakhul Huda, Pengasuh Ponpes Al Falah, di rumah duka menyatakan, jenazah korban segera langsung dimandikan dan dishalati. “Habis itu langsung dimakamkan. Jadi tidak ada otopsi, karena semua tahu ini murni kecelakaan,” katanya sedih.
Seperti diberitakan sebelumnya, tiga santri Ponpes Al-Falah Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, dilaporkan tenggelam di sungai Brantas tidak jauh dari lokasi Ponpes. Senin siang (12/9/2016), sekitar jam 10.45 WIB
Insiden itu terjadi saat ketiga korban bersama belasan santri lainnya mencuci jerohan atau organ dalam hewan kurban yang disembelih di Ponpes setempat. Namun, salah satu dari mereka malah asyik mandi hingga menuju tengah sungai. Tak lama kemudian, tiba-tiba santri tersebut minta tolong. Dua temannya yang mengetahui temannya minta tolong, akhirnya berusaha menolong. Namun nahas, mereka malah ikut tenggelam.

Ketiga korban tersebut yakni diantaranya Adi Tri Cahyo Hidayat (18), Rabani Ardiansyah (19), keduanya asal desa setempat, dan Burhan (19) asal Desa Bakalan, Kec Sumobito, Kabupaten Jombang. (ms)

Terancam 20 Tahun Bui, PNS Tajir Pemilik 17 Mobil Bacakan Nota Keberata

Terancam 20 Tahun Bui, PNS Tajir Pemilik 17 Mobil Bacakan Nota Keberatan
Rohadi di Pengadilan Tipikor Jakarta

Jakarta - PNS PN Jakarta Utara Rohadi didakwa menerima uang Rp 250 juta dan Rp 50 juta terkait penanganan perkara Saipul Jamil. KPK menjerat Rohadi dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. Rohadi keberatan dengan dakwaan itu.

Sidang eksepsi (nota keberatan digelar di PN Jakarta Pusat, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (13/9/2016). Rohadi mempermasalahkan tak adanya pasal penyertaan yakni Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dalam dakwaan kesatu primer dan 3 dakwaan lain.

"Surat dakwaan JPU tidak jelas dan tidak konsisten, hal ini dapat penasihat hukum buktikan dari surat dakwaan kesatu primer. Yang mana terdakwa didakwa dengan dakwaan sebagai pelaku tunggal. Padahal dalam uraian peristiwa hukum yang didakwakan kepada terdakwa, terdakwa didakwa melakukan tindak pidana dengan orang lain yakni saudari Berthanatalia Ruruk Kariman yang dituntut secara terpisah," ujar kuasa hukum Rohadi, Alamsyah Hanafiah.

Rohadi dijerat dengan pasal:

1. Pasal 12 huruf a UU Tipikor dengan ancaman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.
2. Pasal 11 UU Tipikor dengan ancaman minimal 1 tahun penjara dan maksimal 5 tahun penjara.
3. Pasal 12 huruf c UU Tipikor dengan ancaman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.
4. Pasal 12 huruf b UU Tipikor dengan ancaman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

"Maka semestinya apabila terdakwa didakwa dengan peristiwa hukum dugaan melakukan tindakan bersama-sama orang lain, maka semestinya pasal yang didakwakan tidak dibenarkan mendakwa sebagai pelaku tunggal," jelasnya.

Selain dakwaan kesatu primer, dakwaan subsidair juga disoal Rohadi. Jaksa hanya menuliskan Pasal 11 serta Pasal 12 huruf b UU Tipikor tanpa ada embel-embel juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Pasal penyertaan hanya ada di dakwaan kedua primer.

"Dakwaan JPU dibuat dalam bentuk gabungan atau dicampuradukkan dari bentuk dakwaan subsidairitas dengan dakwaan kombinasi dan dengan dakwaan alternatif, yang tidak dikenal dalam bentuk, sistematika, dan teknis penyusunan surat dakwaan yang mengakibatkan surat dakwaan menjadi tidak jelas," tutur Alamsyah.

Dalam dakwaan pertama, Rohadi didakwa menerima uang Rp 50 juta dari kakak Saipul Jamil, Samsul Hidayatullah, melalui perantara Berthanatalia yang merupakan seorang pengacara. Uang tersebut diduga untuk mengatur pemilihan hakim yang akan menangani perkara Saipul Jamil.

Sedangkan dalam dakwaan kedua, Rohadi juga didakwa menerima Rp 250 juta dari Samsul melalui Bertha. Tujuan pemberian ini untuk mengkorting putusan perkara Saipul Jamil.

Berthanatalia adalah istri dari hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi Bandung, Karel Tuppu. Dalam dakwaan Bertha, Karel disebut jaksa memerintahkan istrinya menggunakan bantuan Ifa Sudewi, ketua majelis Saipul Jamil.

Dalam dakwaan Rohadi, Panitera Pengganti (PP) PN Jakut itu didakwa bersama-sama Ifa Sudewi melakukan dugaan korupsi dalam perkara Saipul Jamil dengan tujuan merekayasa putusan.

"Karel Tuppu menelepon istrinya, Bertha menanyakan tentang persidangan perkara Saipul Jamil, kemudian Bertha memberitahukan akan menemui Ifa pagi-pagi, selanjutnya Karel menyarankan agar menemui Ifa secara langsung tanpa melalui perantara orang lain," ujar jaksa.

25 Tahun lalu, Rohadi merupakan pegawai pengadilan yang tinggal di rumah petak. Tapi seiring waktu, kehidupannya membaik bahkan menjadi konglomerat. Ia memiliki 17 mobil, rumah sakit, proyek real estate, water park hingga kapal penangkap ikan. KPK telah menjerat Rohadi dengan pasal pencucian uang di kasus itu.
(rna/asp)

Thursday, 8 September 2016

Gelimang harta perampok di Pondok Indah







Gelimang harta perampok di Pondok Indah

Perampokan rumah di Pondok Indah. ©2016

https://kabarmawot.blogspot.co.id/ - Perampokan disertai penyanderaan direncanakan di hotel. Dua pelaku Adhi Jhon Suyadi bersama Samadi mendatangi rumah Asep Sulaiman di Jalan Bukit Hijau IX No 17, Pondok Indah, diantar Toyota Fortuner. Tak ada harta benda korban diambil.

Siapa sebenarnya para pelaku, utamanya Adhi? Jika menelusuri ke belakang Adhi bekas sekuriti di ExxonMobil Indonesia, tapi hidupnya bergelimang harta. Polisi masih mendalami motif kejadian ini.

Rumahnya di Perumahan Islamic Village Tangerang, Banten, cukup besar berlantai dua. Ditemukan 43 butir peluru tajam. Gilanya lagi senjata api yang ditenteng-tenteng berharga ratusan juta.

"Dia beli dari polisi. Polisi yang menawarkan tetapi Senpi itu milik anggota TNI. Dia beli seharga Rp 140 juta," ujar Kuasa Hukum Adhi, Apolos Djara Bonga.
pelaku perampokan di pondok indah 2016

Barang bukti pelaku perampokan Pondok Indah 2016
Perampokan rumah di Pondok Indah 2016

Menurut Apolos, kliennya datang ke rumah Asep untuk menyelesaikan masalah privasi, bukan merampok. Namun Apolos enggan menyebutkan masalah tersebut. "Orang dia beli senjata api Rp 140 juta sanggup kok, masa merampok," tuturnya.

Mobil Fortuner hitam B 1746 CLP, STNK nya atas nama istri Adhi. Mobil ditemukan terparkir di Giant Palem Semi Kelurahan Panunggangan Barat, Cibodas, Karawaci, Tangerang.

Setelah ditangkap Adhi sempat berteriak, "Saya pengacara bukan penjahat. Saya akan mengatakan yang sebenarnya," teriak Adhi saat dikawal ketat polisi di Polda Metro Jaya.

Barang bukti pelaku perampokan Pondok Indah 2016

Perampokan rumah di Pondok Indah 2016
Perampokan rumah di Pondok Indah 2016

Antara Adhi dan Asep memang saling kenal. Asep merupakan mantan Vice President Exploration ExxonMobil, dan sempat lima bulan dikawal Adhi. Istri Adhi pun sempat menghubungi istri Asep saat rumahnya diobok-obok polisi.

Kabid Humas Polda Metro, Kombes Awi Setiyono mengatakan anak buahnya masih kesulitan mendapatkan keterangan karena Adhi sangat tertutup. Awi melanjutkan, apabila tiga orang DPO tertangkap perlahan motif di balik kasus ini bisa terpecahkan.

"Kita harap tertangkap yang tiga bisa buka misteri. Khususnya H-1 mereka kan sempat meeting, kita harus ungkap ini motif apa. Sementara ini AJS aktor intelektual," tandasnya.
https://kabarmawot.blogspot.co.id/

4 Negara di Asia Tenggara dengan kekuatan Angkatan Udara terlemah

1.Laos

4 Negara di Asia Tenggara dengan kekuatan Angkatan Udara terlemah
 Laos- Angkatan Udara Laos baru terbentuk tahun 1976. Perang Vietnam membuat negara ini pernah memiliki armada besar, berkat bantuan yang diberikan Amerika Serikat, demi mencegah menyeberangnya tentara Viet Cong masuk dari negaranya.

Sayangnya, minimnya suku cadang dan perawatan membuat banyak pesawat tempur seperti T-6, T-28, dan AC-47 terpaksa dipensiunkan. Negara ini masih mengoperasikan satu unit pesawat uzur, yakni Antonov An-26 sebagai sarana transportasi.

Sama halnya dengan tetangganya Kamboja, Laos tak memiliki satu pun pesawat tempur. Kebanyakan pesawat yang dimiliki dipakai untuk transportasi dan kepentingan VIP, serta sejumlah helikopter.

Pesawat terbaru yang dimiliki adalah dua unit Xian MA60 buatan China. Ada 16 unit helikopter yang dimiliki Laos, yakni 4 unit Bell UH-1, 4 unit Harbin Z-9, 3 unit Mil Mi-17, 1 unit Mil Mi-26 dan 2 unit Kamov Ka-27.

Tidak diketahui berapa jumlah personel yang dimiliki AU Laos. Berdasarkan globalfirepower.com, kekuatan militernya berada di urutan ke-121 dari 126 negara.

4 Negara di Asia Tenggara dengan kekuatan Angkatan Udara terlemah

2.
Kamboja

Kamboja- Berdiri sejak 1953, AU Kerajaan Kamboja telah mempekerjakan 2.500 personel. Sama halnya dengan Brunei, negara ini tidak mengoperasikan satupun pesawat tempur, mereka hanya mengoperasikan pesawat untuk keperluan transportasi udara.

Beberapa jenis pesawat yang dioperasikan masih terhitung baru, di antaranya 1 unit Airbus A320, 1 unit Xian MA60, dan 1 unit Harbin Y-12. Meski begitu, Kamboja masih mengoperasikan satu unit pesawat buatan tahun 1965, yakni Britten-Norman BN-2.

Kamboja juga mengoperasikan sejumlah helikopter, yakni 5 unit Mil Mi-17. 2 unit Mil Mi-26, 11 unit Harbin Z-9, 1 unit Eurocopter AS350, dan 1 unit Eurocopter AS355. Seluruhnya dipakai untuk kepentingan VIP dan transportasi.

Tidak tercatat berapa personel yang mengabdi di AU Kamboja. Berdasarkan globalfirepower.com, kekuatan militernya berada di urutan ke-88 dari 126 negara.

4 Negara di Asia Tenggara dengan kekuatan Angkatan Udara terlemah

3.
Timor Leste

Timor leste- Sejak berpisah dari Indonesia, Timor Leste langsung membentuk Angkatan Darat sebagai alat pertahanan utama. Menyusul kemudian dibangunnya Angkatan Laut.

Sayangnya, hingga kini negara tersebut belum membangun kekuatan udaranya sendiri. Sebagian besar pesawat masih dioperasikan sendiri oleh Angkatan Darat Timor Leste.

Jumlah pasukan yang dimiliki negara ini sebanyak 1.250 personel. Timor Leste sendiri diketahui memiliki 2 bandar udara yang beraspal, 4 bandar udara tidak beraspal, serta 8 heliport.




4 Negara di Asia Tenggara dengan kekuatan Angkatan Udara terlemah

4.
Brunei Darussalam

Brunei Darussalam - Angkatan Udara Kerajaan Brunei baru dibentuk pada 1966, sebelumnya melebur di dalam Resimen Kerajaan Brunei Malay. Tugas pertamanya adalah mengantar dokter ke area terpencil dengan menggunakan helikopter Sikorsky S-55.

Meski telah memiliki lima skadron dan satu pasukan payung, namun belum memiliki jet tempur. Untuk memperkuat kekuatannya, Brunei telah memesan 8 unit T-50 Golden Eagle buatan Korea Selatan. Sebagian besar armadanya merupakan helikopter, kebanyakan dipakai sebagai media transportasi udara.

Pesawat dimiliki Brunei adalah satu unit N-235 buatan IPTN. AU Brunei juga mengoperasikan tiga jenis helikopter, yakni 1 unit Bell 214ST, 5 unit Bo 105 dan 12 unit UH-60. Jika dibutuhkan Bo 105 yang merupakan buatan Jerman itu bisa dipersenjatai dengan roket atau senapan mesin.

Sementara, untuk berlatih personel AU Brunei menggunakan 4 unit PC-7 dan 3 unit Bell 206. Saat ini, mereka juga tengah memesan 12 unit KT-1 buatan Korea Selatan.

Sunday, 4 September 2016

Kasus Pembunuhan Gadis di Jombang, Pelaku Gorok Korban Usai Berciuman

Kasus Pembunuhan Gadis di Jombang, Pelaku Gorok Korban Usai Berciuman

surya/sutono
Mayat perempuan belasan tahun yang diduga Fida, dibungkus kantung mayat, saat dievakuasi dari belakang sebuah warung Desa/Kecamatan Perak. 
https://kabarmawot.blogspot.co.id/ | JOMBANG - Pembunuhan terhadap Mufidatul Humairoh alias Fida (18), warga Desa Sumberagung, Kecamatan Perak, Jombang, ternyata cukup sadis.
Pelakunya sudah ditangkap polisi, berinisial MA (17), warga Kelurahan Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto.
Pelaku mengaku, menghabisi Fida dengan pelintiran kepala, sebelum akhirnya menusuk leher korban dengan pisau sangkur.
“Kepala korban dipelintir ke belakang hingga 180 derajat. Setelah korban tersungkur pelaku menusuk leher korban, menusuk dada korban dua kali, pergelangan tangan dan pergelangan kaki masing-masing satu kali. Lalu kabur membawa motor korban," kata Kasubbag Humas Polres Jombang Iptu Dwi Retno Suharti saat merilis kasus tersebut kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Jumat (22/7/2016).
Pelaku kepada polisi juga mengaku, sebelum membunuh Fida dia sempat berciuman dengan korban.
"Pelaku kita tangkap saat hendak mengambil uang hasil penjualan motor korban di Kediri. Sejumlah barang bukti juga sudah kita amankan," ujar Retno.
Retno menjelaskan, tragedi berdarah itu terjadi pada Senin malam (4/7/2016). Awalnya, antara pelaku dan korban janjian bertemu di sekitar SPBU Perak, Jombang.
Selanjutnya, pelaku dibonceng korban ke arah persawahan, tepi Jalan Raya Perak. Dua insan ini, MA dan Fida, memang teman lama. Keduanya satu sekolah di MTsN di Kabupaten Kediri.
Saat malam mulai larut keduanya melepas birahi. Berciuman di gelap malam. Selanjutnya, Fida berpamitan hendak pulang. Namun MA mencegah, sehingga terjadi ketegangan.
Puncaknya, pelaku memelintir kepala korban. Karena memberontak, pelaku kemudian mencekik leher korban dari belakang serta membenamkannya ke dalam lumpur sawah hingga tak bernapas.
Tak cukup itu, MA kemudian menggorok leher korban menggunakan pisau sangkur, menusuk dada, pergelangan kaki dan tangan.
Fida meregang nyawa. Mengetahui korbannya sudah tak bernyawa, MA membawa kabur motor Honda Beat merah dan ponsel milik Fida. Jasad jasad korban ditemukan warga Jumat (15/7/2016).
"Atas keterangan saksi, MA adalah orang terakhir bersama korban. Akhirnya keberadaannya kami telusuri dan kami tangkap saat berada di Kediri. Kami juga mengamankan barang bukti motor korban, uang penjualan Rp 900.000, ponsel Nokia, serta sepasang sandal," pungkas Retno kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
Diberitakan, Fida ditemukan sudah menjadi mayat di belakang warung, tepi jalan nasional Madiun-Surabaya, tepatnya di Desa/Kecamatan Perak Jumat (15/7/2016). Kondisinya sebagian membusuk, meskipun masih berpakaian lengkap.
Fida sendiri menghilang dari rumah pada Senin (4/7/2016) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu dia berpamitan kepada keluarga hendak menemui temannya di areal SPBU Perak.
Fida mengendarai sepeda motor Honda Beat warna merah bernopol S 6036 YB. Sejak itu, gadis yang baru lulus dari MAN (Madrasah Aliyah Negeri) Denanyar Jombang itu tak kunjung pulang.
Putri pasutri Saiful Islam-Aslikah ini baru ditemukan Jumat (15/7/2016) dalam kondisi sudah menjadi mayat, di belakang warung tepi jalan nasional Madiun-Surabaya.
Baca selengkapnya di Harian Arjun edisi besok
https://kabarmawot.blogspot.co.id/

Friday, 2 September 2016

Rekonstruksi Pengeroyokan di TransJ, Andrew Diteriaki: Abang, Kamu Mirip Ahok!

Jakarta - Dalam rekonstruksi pengeroyokan di TransJ, salah seorang pelaku, AR meneriaki Andrew Budikusuma dengan kata-kata 'Abang, kamu mirip Ahok'. Mendengar ini, Andrew diam saja.

Adegan teriakan dengan menyebut nama Ahok itu terlihat di adegan 5 dalam rekonstruksi di Halte JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (3/9/2016).

Pelaku berinisial AR tiba-tiba melontarkan kata-kata yang ditujukan kepada korban dengan kata-kata "Abang, kamu Mirip Ahok! Abang Ahok? Abang Ahok?" tanya AR. Adegan 5 itu berlangsung di dalam TransJ.

Andrew memilih diam dan tidak menanggapi pernyataan pelaku. Sampai akhirnya Andrew dipukuli pelaku dan dikeroyok 5 pelaku.

Kelima pelaku menjalani rekonstruksi dengan 13 adegan. Sebuah bus TransJakarta disediakan dan dikosongkan dari penumpang untuk keperluan rekonstruksi tersebut.

Pengeroyokan terhadap Andrew terjadi pada Jumat (26/8) malam. Pelaku sudah ditangkap dan mereka mengaku iseng melakukan hal itu pada Andrew.