Showing posts with label TRAVEL JOMBANG. Show all posts
Showing posts with label TRAVEL JOMBANG. Show all posts

Wednesday, 14 September 2016

SEJARAH KAB. JOMBANG

SEJARAH KAB. JOMBANG

https://kabarmawot.blogspot.co.id/
Jombang termasuk Kabupaten yang masih muda usia, setelah memisahkan diri dari gabungannya dengan Kabupaten Mojokerto yang berada di bawah pemerintahan Bupati Raden Adipati Ario Kromodjojo, yang ditandai dengan tampilnya pejabat yang pertama mulai tahun 1910 sampai dengan tahun 1930 yaitu : Raden Adipati Ario Soerjo Adiningrat.
Menurut sejarah lama, konon dalam cerita rakyat mengatakan bahwa salah satu desa yaitu desa Tunggorono, merupakan gapura keraton Majapahit bagian Barat, sedang letak gapura sebelah selatan di desa Ngrimbi, dimana sampai sekarang masih berdiri candinya. Cerita rakyat ini dikuatkan dengan banyaknya nama-nama desa dengan awalan "Mojo" (Mojoagung, Mojotrisno, Mojolegi, Mojowangi, Mojowarno, Mojojejer, Mojodanu dan masih banyak lagi).
Salah Satu Peninggalan Sejarah di Kabupaten JombangCandi Ngrimbi, Pulosari Bareng Bahkan di dalam lambang daerah Jombang sendiri dilukiskan sebuah gerbang, yang dimaksudkan sebagai gerbang Mojopahit dimana Jombang termasuk wewenangnya Suatu catatan yang pernah diungkapkan dalam majalah Intisari bulan Mei 1975 halaman 72, dituliskan laporan Bupati Mojokerto Raden Adipati Ario Kromodjojo kepada residen Jombang tanggal 25 Januari 1898 tentang keadaan Trowulan (salah satu onderdistrict afdeeling Jombang) pada tahun 1880.
Sehingga kegiatan pemerintahan di Jombang sebenarnya bukan dimulai sejak berdirinya (tersendiri) Kabupaten jombang kira-kira 1910, melainkan sebelum tahun 1880 dimana Trowulan pada saat itu sudah menjadi onderdistrict afdeeling Jombang, walaupun saat itu masih terjalin menjadi satu Kabupaten dengan Mojokerto. Fakta yang lebih menguatkan bahwa sistem pemerintahan Kabupaten Jombang telah terkelola dengan baik adalah saat itu telah ditempatkan seorang Asisten Resident dari Pemerintahan Belanda yang kemungkinan wilayah Kabupaten Mojokerto dan Jombang Lebih-lebih bila ditinjau dari berdirinya Gereja Kristen Mojowarno sekitar tahun 1893 yang bersamaan dengan berdirinya Masjid Agung di Kota Jombang, juga tempat peribadatan Tridharma bagi pemeluk Agama Kong hu Chu di kecamatan Gudo sekitar tahun 1700.
Konon disebutkan dalam ceritera rakyat tentang hubungan Bupati Jombang dengan Bupati Sedayu dalam soal ilmu yang berkaitang dengan pembuatan Masjid Agung di Kota Jombang dan berbagai hal lain, semuanya merupakan petunjuk yang mendasari eksistensi awal-awal suatu tata pemerintahan di Kabupaten Jombang .
ASAL MULA KOTA JOMBANG
Kabupaten Jombang berbatasan alam dengan Kabupaten Mojokerto, Lamongan, Nganjuk, dan Kediri. Menurut legenda yang berkembang di masyarakat Jombang, asal-usul Kabupaten Jombang berasal dari legenda pertarungan Kebo Kicak dan Surontanu. Wilayah pertarungan tersebutlah yang sekarang dikenal sebagai Kabupaten Jombang.
Terdapat banyak versi legenda yang beredar di masyarakat yang menceritakan kisah Kebo Kicak.
Menurut penelusuran ke berbagai narasumber di Jombang, untuk selanjutnya dibukukan dengan judul Kebokicak Karang Kejambon (Saduran Cerita Rakyat Jombang).
Ada 13 versi cerita Kebokicak yang mengisahkan bentuk fragmen atau petilan
Dari semua petilan cerita Kebokicak di dalam buku tersebut menghadirkan corak yang berbeda-beda. Ada beberapa yang singkron. Ada juga yang untuk sementara perlu diperjelas manakah pakem atau cerita baku dari keseluruhan cerita Kebokicak. Sebab tak ada otoritas yang bisa dikatakan ini yang sah atau pun itu yang pakem dari kisah Kebokicak ini.
Versi kisah Kebokicak antara lain sbb :
Diceritakan bahwa tersebutlah nama Padepokan Pancuran Cukir yang kala itu diserang pagebluk. Guru sepuh padepokan itu, Ki Ageng Sopoyono, dapat wangsit berupa bahwa untuk mengatasi wabah itu satu-satunya cara adalah dengan menumbalinya dengan hewan berbulu putih. Ki Ageng Sopoyono memiliki dua murid: Ki Ageng Buwono dan Ki Ageng Pranggang. Ki Ageng Buwono memiliki anak perempuan bernama Wandan Manguri yang dikawin oleh Pamulang Jagad. Dari keduanya lahirlah Joko Tulus alias Kebokicak. Sementara Ki Ageng Pranggang punya putri bernama Niluh Padmi yang bersuamikan Tumenggung Surono. Dari keduanya lahirlah Joko Sendang atau Surontanu. Dari peristiwa pagebluk itu, kemudian Surontanu atau Joko Sendang ditugaskan untuk mengatasinya. Namun ia tidak bisa. Ia hanya dapat seekor banteng yang bisa tata jalma (dapat berbicara). Banteng ini bernama Banteng Tracak Kencana yang tubuhnya disusupi dua siluman Lirih Boyo dan Bantang Boyo. Karena Surontanu tidak mau menyerahkan Banteng Tracak Kencana, dan ia melarikan diri, maka Kebokicaklah yang kemudian diperintah untuk merebut rajakaya itu. Kebokicak mempunyai ajian: Bende Tengoro (Canang Baung), Singo Begandan (Singa Pelacak), Rompi Lulang Kebo Landung (Rompi Kekebalan Kulit Kerbau), dan Gedruk Gongseng (Krimpyingan Penggedruk). Sedangkan Surontanu hanya punya Ajian Kekebalan dan Banteng Tracak Kencana.
Versi lainnya ...........
Salah satu legenda yang beredar di kalangan cerita dari mulut ke mulut menyatakan bahwa karena sifatnya yang durhaka pada orang tua, maka Kebo Kicak dikutuk oleh orang tuanya sehingga memiliki kepala kebo (kerbau). Dengan demikian muncul sebutan Kebo Kicak. Setelah dikutuk memiliki kepala kerbau dengan tetap berbadan manusia, Kebo Kicak berguru kepada seorang kyai yang sakti mandraguna. Setelah bertahun-tahun belajar pada kyai tersebut, akhirnya Kebo Kicak pun menjadi orang yang sholeh dan sadar akan kesalahannya di masa lalu. Kebo Kicak memiliki kemampuan yang luar biasa, baik dari segi agama maupun kesaktian.
Pada masa itu, di sebuah Kadipaten Majapahit yang kelak disebut Kabupaten Jombang, terdapat seorang perampok yang sakti bernama Surontanu. Surontanu adalah penjahat nomor satu dan paling ditakuti oleh masyarakat yang tinggal di sekitar Jombang tidak ada satu orang pun yang mampu menangkap Surontanu. Alkisah, Kebo Kicak mendengar terjadinya huru-hara di masyarakat kemudian diperintahkan oleh gurunya untuk membasmi angkara murka. Kebo Kicak turun gunung dan menghentikan kejahatan Surontanu. Setelah petualangan beberapa hari, Kebo Kicak berhasil menemukan Surontanu dan keduanya beradu ilmu kesaktian. Pertarungan tersebut brlangsung lama sekali hingga Surontanu dengan kesaktiannya berhasil masuk kedalam rawa tebu. Kebo Kicak pun menyusul dan masuk ke dalam rawa yang terletak di wilayah Jombang sekarang. Baik Surontanu maupun Kebo Kicak yang masuk ke dalam rawa tebu tidak pernah kembali lagi hingga sekarang.
Versi Lainnya lagi ....
Dikisahkan bahwa Kebo Kicak adalah sosok ksatria dan berani mengobrak-abrik Kerajaan Majapahit untuk mencari ayah kandungnya yang bernama Patih Pangulang Jagad. Setelah Kebo Kicak bertemu dengan Patih Pangulang Jagad, sang ayah mengajukan syarat agar Kebo Kicak menunjukkan bukti bahwa dia benar-benar anaknya. Pembuktian dilakukan dengan mengangkat batu hitam di sungai Brantas sehingga Kebo Kicak harus berkelahi dengan Bajul Ijo. Sesudah berhasil membuktikan bahwa dirinya anak kandung Patih Pangulang Jagad, maka Kebo Kicak diberi wewenang menjadi penguasa wilayah Barat.
Namun, sepak terjang Kebo Kicak tidak sampai di situ, ambisi kekuasaannya yang tinggi membuat dia rela bertarung dengan saudara seperguruannya, Surantanu. Kebo Kicak berkelahi dengan Surantanu karena memperebutkan pusaka banteng yang sudah diakui sebagai milik Surantanu. Lokasi pertarungan Kebo Kicak dan Surantanu berpindah-pindah. Sebagian besar wilayah pertarungan mereka kemudian diabadikan menjadi nama daerah. Konon ceritanya, pertempuran dua saudara tersebut berlangsung dengan dahsyat. Keduanya saling beradu kesaktian hingga memunculkan cahaya ijo (hijau) dan abang (merah). Dari penggabungan kata ijo dan abang inilah muncul sebutan wilayah Jombang.
Sementara itu, kata “Jombang = Ijo Abang“. Ada banyak pemaknaan yang bisa dan biasa dibuat manusia atas sebuah warna maupun beberapa kombinasinya. Bahkan, selain dimaknai, elemen warna sering pula dijadikan semacam instrumen untuk memaknai sesuatu. Sederhananya, selain dimaknai, warna juga bisa memaknai suatu fenomena. Proses pemaknaan serupa juga terjadi pada Kabupaten Jombang yang dalam simbol kedaerahannya diwakili secara dominan oleh warna-warna hijau dan merah.
Dari kedua warna itu pulalah muncul akronim kata Jombang, yang terdiri dari ijo (hijau) dan abang (merah). Hingga saat ini, kedua warna tadi dipercaya sebagai mula asal kata Jombang, singkatan dari ijo dan abang. Dalam sebuah literatur resmi keluaran pemerintah daerah (pemda) setempat, Monografi Kabupaten Jombang, ijo bermakna kesuburan serta sikap bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa, sementara abang dimaknai sebagai sifat berani, dinamis, atau sikap kritis. Akan tetapi, berbeda dengan “pengartian resmi” tadi, masyarakat Jombang memiliki cara tersendiri untuk memaknai keberadaan serta latar belakang budaya mereka.
Ijo mewakili kultur santri, kaum agamawan, atau lebih spesifik lagi Islam, yang berasal dari masyarakat pesisir. Sementara abang dipercaya mewakili kultur masyarakat abangan berpaham nasionalis, yang berasal dari masyarakat daerah pedalaman dan berlatar sejarah Mataraman (kejawen).
Cerita Rakyat
Asal mula Nama Nama sebagian daerah di Jombang .
Pengejaran Kebo kicak terhadap Surontanu untuk memperebutkan Banteng Tracak Kencono juga menjadi jejak-jejak pegejaran yang menorehkan sejarah nama-nama desa hingga saat ini nyata dan menjadi bagian administrasi struktur pemerintahan Kabupaten Jombang. Dibawah ini beberapa nama-nama desa yang menjadi jejak pengejaran itu :
Parimono
Surontanu lari bersama Banteng Tracak Kencono. Tibalah ia di sebuah persawahan nan luas. Kebo kicak datang bersama 9 nawabayangkari. Terkejut melihat Kebokicak, Surontanu mengentakkan tali banteng dan nyasak pepadian yang menghampar. Kebo kicak menggeleng geram menyaksikan itu. Maka lahirlah sebutan Parimono (padi yang disasak hingga rusak).
Mojosongo
Surontanu membuat persembunyian dari akar-akaran, ranting-ranting, dan daun-daun klaras, sementara di sekitarnya dikitari pepohonan maja. Ia membawa panah. Kebokicak datang bersama 9 nawabhayangkari. Pertarunganpun berkecamuk. 9 prajurit Kebokicak binasa oleh panah Surontanu.
Jambu
Surontanu terbirit-birit ke arah barat. Mengikat bantengnya di sebuah pohon jambu milik Ki Dumadi. Belum sempat beristirahat nyenyak, Kebo kicak pun datang.
Jombang
Surontanu lari ke utara. Menemukan kolam. Ada rumah beratap jerami, alang-alang, lalu ada pemandian kerbau. Ada cahaya ijo dan abang dari dasar kolam melesat ke langit dan menebarkan cahaya yang terang cemerlang. Keduanya bertemu dan terjadilah percekcokan. Pertarungan sengit. Surontanu terpukul mundur. Ia lari ke arah timur. Kolam jadi acak-acakan.
Ringincontong
Ada pohon beringin raksasa. Seumpama ada 10 orang mengitarinya dengan membentangkan kedua tangan maka tak bakal mencukupinya. 9 nawabhayangkari dating membantu Kebo kicak. Mereke bertempur lagi. Mereka tak kuasa mengatasi kanuragan Surontanu. Kebo kicak turun tangan. Ia mengeluarkan aji Singo Begandan, dan Bende Tengoro. Surontanu kewalahan. Ia lari ke tenggara.
Sumber Peking
Tampaklah rumbukan pring yang rimbun. Terdengar mata air yang jernih yang menggemericik deras bak bunyi alat peking. Surontanu bermalam di situ, di sebuah rumah seorang janda bernama Nyi Gulah. Kebokicak datang. Namun Surontanu telah pergi ke barat kala terbit fajar.
Mojongapit
Ada sekelompok tayub menggelar pertunjukan. Surontanu masuk ke situ. Menyamar. Lalu muncullah siluman Sardulo Onggo Bliring (berupa macan loreng). Ternyata siluman ini adalah kawan Kebokicak. Si Bliring mencekik Surontanu. Menjepit lehernya dengan kayu randu. Surontanu meronta-ronta. Kebokicak muncul. Bliring terkaget sebentar, dan jepitannya terlepas. Surontanu sedikit dapat bernapas, lalu ia lari lagi ke tenggara.
Sumber Sapon
Di pagi yang mulai terik itu ada seorang janda menyapu ( Sapon ) halaman rumahnya, ketika Kebo kicak datang dan menanyakan padanya adakah seorang lelaki berbaju hijau lewat di situ. Si janda mengiyakan. Sardulo Onggo Bliring yang mengikuti Kebokicak menyarankan untuk terus mengejar. Mereka bergerak lagi dan singgah di Desa Karang Kejambon. Kebo kicak meminta Bliring untuk jalma menus (menjadi manusia) seperti dirinya. Ini diniatkan Kebo kicak untuk sementara waktu menggantikan posisinya untuk mengatur desanya. Kebokicak meminta penduduk agar atap rumah mereka dpasangi welit atau daduk tebu. Bliring sendika dawuh atas perintah itu. Kebo kicak bergegas mengejar Surontanu.sambil bersimpuh memeluk mayat Joko Tamping. Kebo kicak tertegun dan sekejap ia tak kuasa bertindak. Cepat-cepat Surontanu kabur ke selatan.
Megaluh.
Selain itu, Megaluh yang dulu bernama Watugaluh ini konon ceritanya dikarenakan pertempuran antara Kebo Bang Surowijoyo yang merupakan pendekar tangguh di daerah Watugaluh (Megaluh) melawan Kebo Kicak setelah dimintai pertolongan oleh Surontanu.
Hingga kini nama Jombang tak pelak senantiasa dikaitkan dengan Kebo Kicak. Meski legenda ini tidak banyak terekspos oleh media massa namun nama Kebo kicak selalu menjadi tokoh utama yang senantiasa diingat oleh masyarakat Jombang. Kebo kicak telah menorehkan sejarah di Kabuapaten Jombang dan hingga kini salah satu peninggalan bersejarah dan berdiri kokoh menjadi ikon Jombang adalah RinginContong. RinginContong ialah pohon raksasa yang menjadi tempat persinggahan Kebo kicak dalam pengejarannya terhadap Surontanu dan Banteng Tracak Kencana yang akan dijadikan sebagai tumbal terkait munculnya pageblug atau wabah penyakit yang sulit disembuhkan didaerah padepokan Pancuran Cukir.
Bantengan:
Sejak mula desa ini memang bernama Bantengan. Surontanu sembunyi di situ. Di rumahnya sendiri. Tampaknya Niluh Padmi, ibu Surontanu, sedang memberikan sebungkus nasi pada anaknya itu. Surontanu tak menceritakan apa yang terjadi. Sehabis makan, ia pamit. Tak lama kemudian, Kebokicak tiba. Perbincangan singkat. Niluh padmi terperanjat mendengar cerita Kebokicak. Ia menangis dan meminta pada Kebokicak agar berdamai dengan Surontanu. Kebokicak berjanji akan bertindak yang terbaik, jika Surontanu mau menyerahkan Banteng Tracak Kencana. Lalu Niluh Padmi menunjukkan bahwa Surontanu lari ke barat.
Tamping Mojo:
Ada arak-arakan temanten yang merayakan perkawinan Joko Tamping dan Siti Wulanjar. Surontanu menyusup ke dalam arak-arakan. Kebokicak datang memberitahu bahwa di dalam rombongan itu ada perusuh bernama Surontanu. Joko Tamping tahu lalu melawan Surontanu. Ia dikeplekkan Surantanu sampai pingsan lalu mati. Siti Wulanjar menjerit-jerit sambil bersimpuh memeluk mayat Joko Tamping. Kebokicak tertegun dan sekejap ia tak kuasa bertindak. Cepat-cepat Surontanu kabur ke selatan.
Ngrawan:
Kebokicak tak segera mengejarnya. Ia memulangkan Siti Wulanjar ke rumah orang tuanya. Lalu daerah si pengantin malang itu diparabi Desa Ngrawan.
Nglungu:
Kebokicak kemalaman, dan plonga-plongo (tolah-toleh), di jalan dan melihat arah barat dengan mata ngungun. Lamunannya melendot panjang ke entah.
Petengan:
Kebokicak tampak putus asa, ia duduk lesu di sebongkah bangkai kayu, langit terasa gelap menyelimuti hatinya. Membayangkan angkasa terasa pahit dan berkabut tebal di Karang Kejambon.
Glugu:
Surantanu lari ke utara. Ia menemukan glugu yang roboh melintang di kali Konto (anak sungai Brantas). Kebokicak datang. Surantanu mecetat (lari cepat) ke timur.
Dukuh Klopo:
Di tempat ini Surantanu membangun benteng dari batang-batang kelapa. Pancang-pancang yang kokoh. Kebokicak tiba. Ia lari ke timur.
Tengaran:
Ini tempat Surontanu memasang umbul-umbul berwarna-warni. Kebanyakan berwarna hijau. Ketika Kebokicak menyusul, ia kabur ke arah utara.
Ndero:
Surontanu memasang bendera perang warna merah. Lalu ia lari ke barat saat Kebokicak datang.
Kandang Sapi:
Banteng Surontanu menyelinap di kandang sapi milik Ki Wongso. Kebokicak datang. Dialog dengan Ki Wongso. Surontanu lari ke utara.
Kedung Betik:
Surontanu mandi di kedung atau telaga yang banyak ikan betiknya. Kebokicak datang. Surontanu lari ke barat.
Tenggulukan:
Surontanu sembunyi di Rawa Perning. Surontanu ketemu dengan siluman Celeng Kecek yang mengusili si banteng Tracak Kencana. Lalu Celeng Kecek dibunuh Surontanu. Kebokicak datang. Surontanu lari ke utara. Celeng Kecek ditengguluk (dipanggul) Kebokicak, sebab ia dianggap telah membantunya, lalu dikuburkan di dekat kali Brantas.
Keboan:
Banyak orang mengguyang (memandikan) kerbau. Surontanu dan Kebokicak bertarung sampai tewas di situ. Dua siluman Bantang Boyo dan Lirih Boyo keluar dari Banteng Tracak Kencana lalu membenamkan banteng itu di dasar kali Brantas. 9 nawabhayangkari yang barus saja datang hendak membantu Kebokicak langsung dibinasakan oleh dua siluman itu. Batu gilang, siluman Buntung Boyo.
Dari 13 versi cerita Kebokicak yang disusun mahasiswa STKIP PGRI Jombang di atas, ada beberapa versi yang patut dicermati, selain beberapa versi lain yang serupa. Seperti versi Joko Tulus (Kebokicak Karang Kejambon) dengan narasumber Sukono. Versi ini agak ganjil dari versi umum. Saya coba rangkum point pokoknya:
Tradisi lisan dan mitos tentang sosok Kebo Kicak ini begitu dominan, walau tidak semua warga Jombang tahu. Karena itu tetap membutuhkan kajian historis spesifik secara akademis, bukan sekadar beranjak dari legenda untuk menautkan dan selanjutnya menemukan titik-terang kesejarahan sebuah wilayah.
Kota Santri, Jombang yang Penuh Catatan Sejarah
Kota Jombang, seperti lazimnya kota-kota lain, punya motto pula, yaitu Jombang Beriman. Sesuai dengan mottonya, kota ini memang terlihat sarat nuansa agamisnya. Di beberapa tempat terdapat pesantren; tempat menggali ilmu-ilmu agama. Ada pula sejumlah majelis perkumpulan tempat berkumpul kaum santri untuk sekadar mendiskusikan berbagai persoalan. Di kota ini juga, sosok-sosok penting dalam organisasi NU, seperti KH Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim, KH Abdul Wahab Hasbulloh, dan bahkan Gus Dur, dilahirkan. Ada juga cendekiawan muslim, Nurcholis Majid yang juga lahir dan besar di Jombang. Mereka semua adalah generasi bangsa yang lahir dari alam pesantren.
Bareng (baca: Mbareng). Di kawasan ini ada sebuah candi, namanya Candi Arimbi. Letak candi ini berada di Desa Pulosari Kecamatan Bareng, 8 km dari Mojowarno. Candi ini, menjadi bagian yang tak terpisahkan dari superioritas Kerajaan Majapahit. Sebab dulu, di masa kejayaannya, cakupan Kerajaan Majapahit memang luas. Salah satu wilayah kekuasaannya, ya daerah Jombang ini.
Menurut pitutur rakyat setempat, daerah Bareng menjadi gate atau gerbang masuk bagian selatan di kawasan Jombang menuju pusat kerajaan yang berada di Trowulan; kotaraja Majapahit.
Candi Arimbi cukup kokoh. Dengan tinggi sekitar 12 meter, lebar 9 meter, dan panjang 13 meter, candi pada zaman purbakala ini seolah menyampaikan pesan akan keagungan Kerajaan Majapahit. Dan, keagungan yang terwakili oleh kokohnya candi seperti tak pernah mati oleh zaman.
Konon, jasad dari Ratu Tri Bhuana Tunggadewi, ibunda Raja Hayam Wuruk, dikremasi di candi ini.
Tebu Ireng
Di Tebuireng, ada sebuah pesantren klasik yang sangat terkenal. Namanya pesantren Tebuireng. Pesantren ini didirikan pada 1899. Seorang ulama muda ketika itu, KH Hasyim Asyari, memulai langkah-langkah syiar agama Islam dengan membangun masjid, rumah kecil, dan pemondokan.
Di beberapa tempat, masih ada kamar-kamar santri yang bentuk bangunannya masih mempertahankan keasliannya. Dengan beratapkan bambu, model jendela yang tinggi dan berdinding tebal, salah satu bangunan ini lebih mencirikan adanya asimilasi budaya Jawa, Islam, dan Eropa.
Di dalam areal pesantren Tebuireng, ada makam KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. beberapa santri sedang mengkhusyukkan diri larut dalam doa-doa kepada almarhum dan ahli kubur yang lain.
Tambakberas.
Tambakberas, berada di persimpangan jalan raya antara Jombang kota menuju utara, yaitu Lamongan. Wilayah ini, konon, masih berupa alas liar pada awal abad 19.
Berdasar beberapa literatur , usai perang Diponegoro pada 1830, salah seorang muridnya yang bernama Kyai Abdus Salam, melarikan diri ke timur. Ia lalu membabat alas di wilayah Tambakberas. Setelahnya, ia mendirikan pesantren yang terletak di sisi timur sungai Tambakberas. Hingga tulisan ini ditulis, sisa-sisa bangunan pesantren awal ini masih ada. Meski, sudah termakan oleh zaman.
Tak jauh dari pesantren Tambakberas, di sebelah barat, ada sungai kecil. Di sungai itu, tampak sebuah dam air yang masih berfungsi dengan baik. menurut cerita yang turun temurun, di lokasi dam air inilah, zaman dulu, Ronggolawe mati terbunuh. Ia tak kuasa berperang melawan pasukan Majapahit . Ia menambahkan juga, setelah mati terbunuh, pusakanya sempat hilang di sungai.
Sungai ini memang terlihat kecil ukurannya. Namun, kalau mengikuti alurnya hingga jauh ke utara, maka bertemulah dengan sungai yang lebih besar, yaitu Berantas.
Denanyar.
Sebuah kawasan yang juga relijius. Di sini ada pesantren Denanyar yang dibangun sekitar 1917 oleh KH Bisyri Syansuri. Secara genealogis, antara pesantren Tambakberas-Denanyar-Tebuireng masih satu ikatan famili. Pesantren Tambakberas didirikan oleh KH Abd Wahab Hasbulloh. Beliau masih punya hubungan sepupu dengan KH Hasyim Asyari, pendiri Pesantren Tebuireng maupun KH Bisyri Syansuri, pendiri pesantren Denanyar.
Tunggorono.
Pada zaman Majapahit, Tunggorono menjadi gerbang masuk sebelah barat menuju pusat Kerajaan Majapahit. Sekaligus menjadi pagar betis dalam usaha mempertahankan keraton dari serangan musuh luar.
Berikut adalah 18 nama-nama Bupati Jombang yang pernah menjabat sesuai dengan masa baktinya :
1. R.A.A. Soeroadiningrat (Masa Bhakti 1910-1930)
2. R.A.A. Setjoadiningrat (Masa Bhakti 1930 – 1946 )
3. R. Boediman Rahardjo (Masa Bh akti 1946-1949)
4. R. Moestadjab Soemowidagdo (Masa Bhakti 1949 -1950)
5. R. Istad jab Tjokrokoesoemo (Masa Bhakti 1950-1956)
6. M. Soebijakto (Masa Bhakti 1956-1958 )
7. R. Soed arsono (Masa Bhakti 1958-1962)
8. R. Hassan Wirjoekoesoemo (Masa Bhakti 1962-1966)
9. Ismail (Masa Bhakti 1966-1973)
10. R. Soedirman (Masa Bhakti 1973-1979)
11. Achmad Hudan Dardiri (Masa Bhakti 1979-1983)
12. Noeroel Koesmen (Masa Bhakti 1983 -1988)
13. Tarmin Hariadi (Masa Bhakti 1988-1993)
14. Soewoto Adiwibowo (Masa Bhakti 1993-1998)
15. Drs.H. Affandi, M.Si (Masa Bhakti 1998-2003 )
16. Drs. H. Suyanto (Masa Bhakti 2003 – 2008)
17. Drs. H. Ali Fikri (Masa Bhakti Juni 2008- September 2008)
18. Drs. H. Suyanto (Masa Bhakti 2008 – 2013)
19. September 2013 - 2018 Nyono Suharli
- Setelah terkatung-katung beberapa tahun, Kabupaten Jombang akhirnya berhasil menyepakati hari jadinya, yakni 3 April 1022. Tanggal tersebut dipilih berdasarkan Prasasti Munggut, yakni prasasti yang berada di Dusun Sumbergurit, Desa Kateman, Kecamatan Kudu Jombang.
Kesepakatan tersebut tercapai setelah tim peneliti Hari Jadi Jombang dari Arkenas (Arekologi Nasional) memaparkan hasil penelitiannya. Sedangkan audiens yang hadir meliputi SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) serta sejumlah tokoh setempat.
Titi Surti Nastiti, tim peneliti yang juga ahli arkeologi dan epigrafi Pusat Arkeologi Nasional, untuk menelusuri hari jadi Jombang pihaknya melakukan penelitian di sejumlah tempat. "Termasuk meneliti sejumlah artefak dan prasasti peninggalan zaman Mpu Sindok dan Raja Airlangga. Karena di Jombang memang banyak sekali peninggalan dua raja itu," kata Nastiti di hadapan forum, Kamis (14/11/2013).
Nastiti kemudian menyebut sejumlah prasasti menjadi obyek penelitian tim. Diantaranya, prasasti Poh Rinting (peninggalan Mpu Sindok, 28 Oktober 929 M) di Desa Glahan Kecamatan Perak, prasasti Munggut di Dusun Sumbergurit, Desa Katemas, Kecamatan Kudu, prasasti Geweg di Kecamatan Peterongan, prasasti Kasumbyan (peninggalan Airlangga) di Dusun Grogol, Desa Katemas, Kecamatan Kudu, serta prasasti Sendang Made di Desa Made Kecamatan Kudu.
Seluruh prasasti tersebut merupakan peninggalan Mpu Sindok dan Airlangga. Artinya, keberadaan Jombang sendiri jauh sebelum kerajaan Majapahit ada. Namun dari seluruh prasasti tersebut yang masih utuh adalah prasasti Munggut. Yakni tulisan huruf kuno masih terbaca, selain itu juga lengkap dengan tanggal, bulan serta tahun.
Nastiti mengungkapkan, prasasti Munggut bertulisan Jawa kuno peninggalan massa Kerajaan Airlangga sekitar tahun 1022 M. Isinya, diantaranya tentang hak istimewa warga desa setempat bebas dari pajak yang diberikan kerajaan pada massa tersebut. Nastiti juga meyakini bahwa lokasi sekitar prasasti itu dulunya tempat istimewa bagi kerajaan. Karena tidak jauh dari prasasti Munggut, juga terdapat dua prasasti lain, salah satunya adalah prasasti Kasubyan.
Kondisi itu semakin klop dengan ditemukannya sejumlah genting kuno, pecahan keramik Cina, lumpang-lumpang batu, pipisan, umpak-umpak kuna dalam berbagai ukuran, serta bangunan irigasi zaman kerajaan. "Jadi kita menyimpulkan bahwa hari jadi Jombang berdasarkan prasasti Munggut, 3 April 1022. Karena memang prasasti tersebut data tekstualnya masih utuh," ujarnya.
Sementara itu, Dwi Cahyono, peneliti lainnya mengatakan, salah satu prasasti di Desa Katemas juga menyebut nama Madander. Nah, nama Madander ini diyakini sebagai nama Dusun Bedander Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh. Tempat itulah yang diduga dijadikan tempat Gajahmad menyenbunyikan Raja Jayanegara dari pemberontakan Rakuti.
Dalam arti, lanjut Dwi, wilayah utara Sungai Brantas Jombang banyak merekam momentum historis pada masa lalu. Jadi Dwi jiga mengamini kalau hari jadi Jombang didasarkan pada prasarti Munggut. "Memang nama Bedander juga ada di Bojonegoro, namun kawasan itu terlalu jauh dari Majapahit," tambahnya.
Dia beralasan, saat itu Gajahmada sempat mengirim telik sandi ke pusat Kota Majapahit untuk melihat situasi kota raja. Telik sandi tersebut hanya diberi waktu setengah hari untuk memberikan laporan. "Kalau Bedander itu berada di Bojonegoro secara otomatis tidak cukup menempuh perjalanan setengah hari. Jadi yang paling tepat Bedander berada di Kabuh Jombang," ungkapnya.
Setelah dipaparkan secara panjang lebar, akhirnya forum menyepakati Hari Jadi Jombang 3 April 1022. Selanjutnya, ditanda tangani berita acara kesepakatan itu. "Hasil kesepakatan ini akan kita jadikan acuan untuk mengajukan perda hari jadi Jombang. Insya Allah, tahun 2014 kita sudah bisa memperingati hari jadi Jombang," kata Yudi Andrianto, Kepala Bappeda Jombang.
Pelengkap
Jombang adalah kabupaten yang terletak di bagian tengah Provinsi Jawa Timur. Luas wilayahnya 1.159,50 km²[2], dan jumlah penduduknya 1.201.557 jiwa (2010), terdiri dari 597.219 laki-laki dan 604.338 perempuan. Pusat kota Jombang terletak di tengah-tengah wilayah Kabupaten, memiliki ketinggian 44 meter di atas permukaan laut, dan berjarak 79 km (1,5 jam perjalanan) dari barat daya Kota Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur. Jombang memiliki posisi yang sangat strategis, karena berada di persimpangan jalur lintas selatan Pulau Jawa (Surabaya-Madiun-Jogjakarta), jalur Surabaya-Tulungagung, serta jalur Malang-Tuban.[3]
Jombang juga dikenal dengan sebutan Kota Santri, karena banyaknya sekolah pendidikan Islam (pondok pesantren) di wilayahnya.[4] Bahkan ada pameo yang mengatakan Jombang adalah pusat pondok pesantren di tanah Jawa karena hampir seluruh pendiri pesantren di Jawa pasti pernah berguru di Jombang. Di antara pondok pesantren yang terkenal adalah Tebuireng, Denanyar, Tambak Beras, dan Darul Ulum (Rejoso).
Penemuan fosil Homo mojokertensis di lembah Sungai Brantas menunjukkan bahwa seputaran wilayah yang kini adalah Kabupaten Jombang diduga telah dihuni sejak ratusan ribu tahun yang lalu.
Tahun 929, Raja Mpu Sindok memindahkan pusat Kerajaan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur, diduga karena letusan Gunung Merapi atau serangan Kerajaan Sriwijaya. Beberapa literatur menyebutkan pusat kerajaan yang baru ini terletak di Watugaluh. Suksesor Mpu Sindok adalah Sri Isyana Tunggawijaya (947-985) dan Dharmawangsa (985-1006). Tahun 1006, sekutu Sriwijaya menghancurkan ibukota kerajaan Mataram dan menewaskan Raja Dharmawangsa. Airlangga, putera mahkota yang ketika itu masih muda, berhasil meloloskan diri dari serbuan Sriwijaya, dan ia menghimpun kekuatan untuk mendirikan kembali kerajaan yang telah runtuh. Bukti petilasan sejarah Airlangga sewaktu menghimpun kekuatan kini dapat dijumpai di Sendang Made, Kecamatan Kudu. Tahun 1019, Airlangga mendirikan Kerajaan Kahuripan, yang kelak wilayahnya meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali; serta mengadakan perdamaian dengan Sriwijaya.
Pada masa Kerajaan Majapahit, wilayah yang kini Kabupaten Jombang merupakan gerbang Majapahit. Gapura barat adalah Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, sedang gapura selatan adalah Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng. Hingga ini banyak dijumpai nama-nama desa/kecamatan yang diawali dengan prefiks mojo-, di antaranya Mojoagung, Mojowarno, Mojojejer, Mojotengah, Mojongapit, dan sebagainya. Salah satu peninggalan Majapahit di Jombang adalah Candi Arimbi di Kecamatan Bareng.
Menyusul runtuhnya Majapahit, agama Islam mulai berkembang di kawasan, yang penyebarannya dari pesisir pantai utara Jawa Timur. Jombang kemudian menjadi bagian dari Kerajaan Mataram Islam. Seiring dengan melemahnya pengaruh Mataram, Kolonialisasi Belanda menjadikan Jombang sebagai bagian dari wilayah VOC pada akhir abad ke-17, yang kemudian sebagai bagian dari Hindia Belanda. Etnis Tionghoa juga berkembang; Kelenteng Hong San Kiong di Gudo, yang konon didirikan pada tahun 1700 masih berfungsi hingga kini. Hingga kini pun masih ditemukan sejumlah kawasan yang mayoritasnya adalah etnis Tionghoa dan Arab.
Tahun 1811, didirikan Kabupaten Mojokerto, di mana meliputi pula wilayah yang kini adalah Kabupaten Jombang. Jombang merupakan salah satu residen di dalam Kabupaten Mojokerto. Bahkan Trowulan (di mana merupakan pusat Kerajaan Majapahit), adalah masuk dalam kawedanan (onderdistrict afdeeling) Jombang.
Alfred Russel Wallace (1823-1913), naturalis asal Inggris yang memformulasikan Teori Evolusi dan terkenal akan Garis Wallace, pernah mengunjungi dan bermalam di Jombang ketika mengeksplorasi keanekaragaman hayati Indonesia.
Tahun 1910, Jombang memperoleh status Kabupaten, yang memisahkan diri dari Kabupaten Mojokerto, dengan Raden Adipati Arya Soeroadiningrat sebagai Bupati Jombang pertama.[6] Masa pergerakan nasional, wilayah Kabupaten Jombang memiliki peran penting dalam menentang kolonialisme. Beberapa putera Jombang merupakan tokoh perintis kemerdekaan Indonesia, seperti KH Hasyim Asy'ari (salah satu pendiri NU dan pernah menjabat ketua Masyumi) dan KH Wachid Hasyim (salah satu anggota BPUPKI termuda, serta Menteri Agama RI pertama).
Undang-undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Provinsi Jawa Timur mengukuhkan Jombang sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur.
Kabupaten Jombang terdiri atas 21 kecamatan, yang mencakup 306 desa dan 4 kelurahan.[7] Sebagai pusat pemerintahan adalah Kecamatan Jombang. Kecamatan Ngusikan, merupakan pemekaran dari Kecamatan Kudu yang dibentuk pada tahun 2001.
Peta topografi Kabupaten Jombang
Sebagian besar wilayah Kabupaten Jombang merupakan dataran rendah, yakni 90% wilayahnya berada pada ketinggian kurang dari 500 meter dpl. Secara umum Kabupaten Jombang dapat dibagi menjadi 3 bagian:
Bagian utara, terletak di sebelah utara Sungai Brantas, meliputi sebagian besar Kecamatan Plandaan, Kecamatan Kabuh, dan sebagian Kecamatan Ngusikan dan Kecamatan Kudu. Merupakan daerah perbukitan kapur yang landai dengan ketinggian maksimum 500 m di atas permukaan laut. Perbukitan ini merupakan ujung timur Pegunungan Kendeng.
Bagian tengah, yakni di sebelah selatan Sungai Brantas, merupakan dataran rendah dengan tingkat kemiringan hingga 15%. Daerah ini merupakan kawasan pertanian dengan jaringan irigasi yang ekstensif serta kawasan permukiman penduduk yang padat.
Bagian selatan, meliputi Kecamatan Wonosalam dan sebagian Kecamatan Bareng dan Mojowarno. Merupakan daerah pegunungan dengan kondisi wilayah yang bergelombang. Semakin ke tenggara, semakin tinggi. Hanya sebagian Kecamatan Wonosalam yang memiliki ketinggian di atas 500 m.
Sungai
Sungai Brantas, yang merupakan sungai terbesar di Jawa Timur, memisahkan Kabupaten Jombang menjadi dua bagian: bagian utara (24%) dan bagian selatan (76%), sepanjang ±44 km. Kabupaten Jombang juga terus berupaya dalam menyelamatkan tanggul dan ekosistem yang ada di sepanjang sungai Brantas. Langkah itu antara lain, dengan membentuk Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang anggotanya terdiri dari para penambang pasir yang ada di 8 kecamatan, dan tersebar di 34 desa.[8] Sungai-sungai lain yang signifikan adalah Sungai Marmoyo (23 km), Sungai Ngotok Ring Kanal (27 km), Sungai Konto (14 km), Sungai Gunting (12 km), dan Sungai Jurangjero (12 km).
Iklim dan cuaca
Pariwisata di Jombang
Kabupaten Jombang memiliki berbagai keindahan alam dan potensi pariwisata lain yang menarik. Sangat disayangkan, potensi tersebut pada umumnya belum digali, dan tidak memiliki pendukung sarana dan prasarana yang memadai untuk memajukan pariwisata di Kabupaten Jombang, sehingga menunggu adanya investasi untuk menggarapnya. Hal ini sangat penting dan menguntungkan, mengingat posisi Kabupaten Jombang yang bersebelahan dengan daerah tujuan wisata alam Malang di tenggara dan Pacet-Trawas-Tretes di timur; serta wisata historis (situs Majapahit) Trowulan. Di Jombang memiliki beberapa tempat pariwisata yang menarik, selain itu terdapat wisata buatan salah satunya yaitu Tirta Wisata yang terletak di wilayah Kecamatan Peterongan.[1]
Wisata buatan
Tirta Wisata
Tempat wisata lokal yang terdapat balekambang, kolam pancing, kolam renang dan lapangan tenis. Tempat ini sering diselenggarakan berbagai konser, baik artis regional hingga artis ibukota. Terletak di tepi jalan raya Jombang-Surabaya, Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan.
Wisata alam
Sungai Kedung Cinet di Ploso, Jombang
(1927)
Wanawisata Sumberboto
Merupakan wahana wisata binaan dari Perhutani yang banyak dikunjungi wisatawan lokal. Suasana dingin dan asri penuh dengan pepohonan, terdapat pula kolam renang air hangat. Terletak di Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno. Biasanya ditempat ini dijadikan sebagai tempat perkemahan.
Wisata Agro Perkebunan Panglungan
Kawasan perkebunan dengan topografi pegunungan yang berada di Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam ini berfungsi sebagai daerah resapan air dan kawasan konservasi lahan. Saat ini Panglungan tengah dikembangkan sebagai agrowisata dengan tanaman utama kakao, cengkeh, melinjo, dan kopi.
Air Terjun Tretes
Merupakan air terjun dengan ketinggian 158 meter, dan terletak di ketinggian 1250 meter di atas permukaan air laut. Terletak di Dusun Tretes, Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam.
Goa Sigolo-golo
Terletak di Dusun Kranten, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam. Merupakan Goa di wilayah Jombang yang menyuguhkan pemandangan alam yang indah.
Kedung Cinet
Merupakan wisata alami pegunungan yang sangat mempesona. Aliran sungai yang jernih dan menawan dilintasi oleh "jembatan goyang". Terdapat di Desa Klitih, Kecamatan Plandaan.
Sendang Made
Terletak di Desa Made, Kecamatan Kudu. Di kawasan ini terdapat peninggalan sejarah petilasan Raja Airlangga. Selain Sendang Made di sekitarnya terdapat sendang-sendang lain yang lebih kecil, Diantaranya Sendang Payung, Sendang Padusan, Sendang Drajat, Sendang Sinden dan Sendang Omben.
Wisata minat khusus

Candi Ngrimbi
Candi ini dulunya merupakan pintu gerbang sebelah selatan Kerajaan Majapahit. Terletak di Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng. Letaknya sangat strategis karena berada di tepi jalan utama Mojoagung-Wonosalam.
Makam K.H. Hasyim Asy'ari dan K.H. Wachid Hasyim
K.H. Hasyim Asy'ari merupakan pendiri Ponpes Tebuireng (Jombang), salah satu pendiri organisasi Nahdlatul Ulama. Puteranya, K.H. Wachid Hasyim adalah Menteri Agama RI pertama. Dua makam pahlawan nasional ini terletak di kompleks Ponpes Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek.
Makam Sayid Sulaiman
Sayid Sulaiman merupakan salah satu penyebar Islam di kawasan Jombang pada era pasca runtuhnya Majapahit. Pada malam Jumat Legi, makam ini banyak dikunjungi peziarah. Terletak di Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung.
Makam Gunung Kuncung
Terletak di lereng gunung, di Desa Wonorejo, Kecamatan Wonosalam; yakni di perbatasan dengan Kabupaten Kediri.
Makam / petilasan Pangeran Benowo
Makam ini terletak di Desa Wonomerto, Kecamatan Wonosalam.
Makam Gus Dur
Merupakan makam mantan dari presiden Indonesia yang keempat, KH. Abdurrahman Wahid, di kompleks Ponpes Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek. Tempat ini dijadikan tempat ziarah yang selalu ramai dikunjungi.
Wisata religius
Pondok Pesantren
Jombang telah lama terkenal dengan julukan kota santri. Lima ponpes terbesar di Kabupaten Jombang adalah Ponpes Tebuireng di Cukir (Kecamatan Diwek), Ponpes Darul Ulum di Rejoso (Kecamatan Peterongan), Ponpes Bahrul Ulum di Tambakberas (Kecamatan Jombang)Ponpes Mambaul Maarif di Denanyar (Kecamatan Jombang) dan Ponpes Luhur Nurhasan di Gadingmangu Kecamatan Perak.
Pengajian Padang Mbulan
Merupakan pengajian rutin yang digelar pada setiap malam bulan purnama. Pengajian ini dirintis oleh budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun). Diadakan di halaman depan asal rumah Cak Nun di Desa Menturo, Kecamatan Sumobito.
Kelenteng Hong San Kiong
Terletak di desa Gudo, Jombang. Selain dikenal sebagai tempat ibadah Tridarma (Agama Taoisme, Budha, dan Konghucu) juga sebagai tempat berobat. Menariknya yang datang untuk berobat juga banyak yang dari kalangan pribumi. Setiap menjelang Tahun Baru Imlek, kelenteng ini mengadakan acara hajatan yang cukup meriah, seperti Wayang Potehi maupun Pagelaran Barongsay.
Gereja Mojowarno
Gereja Mojowarno merupakan gereja tertua di kawasan, serta dulunya pernah menjadi pusat salah satu aliran Kristen Protestan pada zaman Belanda. Setiap setahun sekali, gereja ini mengadakan upacara kebetan dan unduh-unduh, yang sarat akan kultur lokal.
Kerajinan tangan
Wisata Kerajinan Manik-manik Kaca
Lokasi kerajinan dengan skala industri kecil ini terletak di Desa Plumbon-Gambang Kecamatan Gudo. Di sini para pengrajin menyulap kaca-kaca bekas menjadi aneka kerajinan manik-manik yang sangat mengagumkan. Kerajinan ini telah merambah pasar ekspor (Asia dan Eropa), serta menjadi salah satu produk yang banyak dijumpai di Pasar Seni Bali.
Wisata Kerajinan Cor Kuningan
Lokasi kerajinan cor kuningan ini terletak di Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung. Produk-produk kuningan seperti patung suvenir ini juga telah merambah ke pasar ekspor.

16 Tempat Wisata di Jombang Terkenal - Wisata Jawa Timur

16 Tempat Wisata di Jombang Terkenal - Wisata Jawa Timur

https://kabarmawot.blogspot.co.id/

16 Tempat Wisata di Jombang Terkenal - Wisata Jawa Timur - Jombang memang terkenal akan sebutan kota santri. Banyak sekali pondok pesantren yang tersebar di derah kota dan kabupaten jombang. Letaknya wilayahnya juga memang lumayan strategis karena jombang merupakan jalur utama persimpangan lintas selatan pulau jawa yang antara lain Surabaya – Madiun – Yogyakarta, untuk jalur Surabaya-Tulungagung serta jalur Malang – Tuban.
Selain letaknya yang lumayan strategis jombang juga memiliki beberapa objek wisata indonesia yang menarik untuk dikunjugi. Memang beberapa objek wisata di jombang tersebut masih belum banyak yang  terekspose sehingga banyak juga orang dari luar kota jombang yang belum mengetahui tempat wisata menarik apa saja yang ada di kota dan kabupaten jombang dan mungkin anda juga salah satunya. Baiklah untuk lebih jelasnya tentang tempat wisata di jombang silahkan baca rangkumannya berikut ini.

Daftar 16 Tempat Wisata di Jombang Jawa Timur

1. Air Terjun Tretes jombang
https://kabarmawot.blogspot.co.id/

Air Terjun Tretes merupakan air terjun tertinggi di Jawa Timur dan sangat indah dengan dua aliran air terjun sekaligus yang mengalir ke bawah.  Air terjun ini memiliki ketinggian 158 meter, terletak di ketinggian 1250 meter di atas permukaan air laut dan merupakan hulu sungai Sumber Watu Bonakah.

Air terjun ini terletak di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soeryo di Gunung Jurug Guah dalam komplek Gunung Anjasmoro (2277 m), dimana kawasan ini merupakan kawasan hutan lindung yang masih terjaga keaslian dan keindahan alamnya.  Secara geologis kawasan ini merupakan batuan hasil gunung api kuarter tua. Pada kawasan ini terdapat aliran sungai yang merupakan sambungan dari air terjun tersebut, sehingga untuk kebutuhan air di kawasan ini dapat terpenuhi dengan baik. Curah hujan di kawasan ini berkisar 5.856 mm/th. Sedangkan suhu rata-rata 24 ° C.
Terletak di Dusun Pengajaran, Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Propinsi Jawa Timur.

Fasilitas atau bangunan penunjang kegiatan wisata air terjun hanya terdapat beberapa warung pada ujung jalan batu yang melalui wilayah Kabupaten Kediri. Sarana pendukung lainnya pada umumnya masih bersifat alami.  Selain itu tidak adanya area parkir kendaraan sehingga harus menitipkan kendaraan pada warga sekitar dengan bayaran beberapa rupiah

2. Candi Ngrimbi jombang

Dalam bahasa setempat, candi yang menjadi pintu masuk di arah selatan pusat kerajaan Majapahit ini disebut juga Candi Ngrimbi. Candi ini pada awalnya berfungsi sebagai tempat beristirahat para prajurit kerajaan Majapahit beserta pimpinannya. Namun karena perhatian Pemerintah yang masih kurang, dalam salah satu foto ini terlihat bahwa Candi Ngrimbi mengalami kerusakan pada sejumlah sisi sehingga bentuknya tidak sesuai dengan aslinya.

Secara fisik memang bangunan Candi Arimbi tidak terlalu besar, bahkan boleh dikatakan terlalu kecil untuk nama besar kerajaan Majapahit yang mampu membangun kolam segaran, Gapura Wringin Lawang,  Candi Brahu, Candi Bajang Ratu, Candi Tikus dan sejumlah situs peninggalan kerajaan yang mencapai kejayaan pada masa kepemimpinan Tribuwana Tunggadewi dan Mahapatih Gajah Mada ini.

Terletak di Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, di tepi jalan utama Mojoagung dan Wonosalam,

3. Gereja Mojowarno jombang
Mojowarno adalah kecamatan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Indonesia. Kecamatan ini terletak di sebelah selatan Kecamatan Mojoagung.
Majelis agung gereja Mojowarno pada tahun 1930-an. Di Mojowarno berdiri Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) yang beraliran Calvinisme pada tanggal 3 Maret 1881. Di kecamatan ini juga berdiri salah satu bangunan gereja Kristen Protestan tertua di Indonesia. Tidak mengherankan, kecamatan ini memiliki populasi kristen terbanyak di Kabupaten Jombang.
Merupakan gereja tertua di Jombang, gereja ini menjadi pusat penyebaran agama Kristen Protestan pada jaman Belanda.

4. Goa Sigolo-golo jombang

Goa Sigolo-golo merupakan goa alam yang terletak di dusun Kraten, desa Panglungan, kecamatan Wonosalam. Goa ini terletak tepat di tebing lereng Gunung Welirang.

Akses untuk menuju ke lokasi cukup mudah, tapi saat sudah akan naik menuju ke mulut goa, pengunjung diharapkan untuk lebih berhati-hati. Untuk menuju ke goa harus berjalan kaki, menyusuri jalan setapak yang licin dan terjal.

Keindahan yang tidak biasa akan anda temui saat berada di goa ini, karena pengunjung bisa menikmati keindahan tebing yang curam dan bebatuan yang eksotis di sana sininya.

Masyarakat sekitar menganggap goa ini sebagai goa keramat karena dulunya merupakan tempat meditasi oleh ayah Damar Wulan dari kerajaan Majapahit. Karena itupulaha, banyak masyarakat meyakini dengan bermeditasi di goa ini akan mendapat kesaktian, bahkan berkah.

5. Goa Sriti jombang
Goa Sriti ini terletak di di kecamatan Wonosalam, kabupaten Jombang dengan pemandangan yang sungguh luar biasa eksotis saat akan menuju mulut goa.

Sesampainya di dalam goa, pemandangan alamnya tak kalah indah. Layaknya goa pada umumnya, Goa Sriti memiliki dinding yang menyerupai stalagtit dan stalagmit yang saling silang. Kecamatan Wonosalam, untuk menuju lokasi yaitu dengan melalui jalan setapak dengan jarak tempuh yang lumayan jauh.

6. Kedung Cinet jombang

Kedung Cinet terletak di desa Pojok Klitih dan terletak di tengah hutan belantara. Akses ke lokasi wisata ini sangat indah dan eksotis, dimana pengunjung harus menyusuri sungai Brantas dan melintasi jembatan gantung yang manantang adrenalin.

Hijaunya hutan dan jernihnya aliran sungai Brantas membuat perjalanan ke Kedung Clinet menjadi istimewa dan mengasyikkan.

Kembali ke kepercayaan urban, masyarakat sekitar percaya bahwa Kedung Clinet merupakan tempat peristirahatan prajurit Majapahit dan tempat mandi saat para prajurit menunggu kekasih mereka.
Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, sekitar 10 km dari jembatan Brantas Ploso, lokasinya berada di tengah hutan, untuk mencapai lokasi yaitu dengan menyusuri Sungai Brantas dan melewati jembatan gantung.

7. Kelenteng Hong San Kiong jombang

Klenteng Hong San Kiong terletak di desa Gudo, Jombang. Selain dikenal sebagai tempat agama Tri Dharma (Tios, Budha, Konghucu dan), candi ini juga berfungsi sebagai tempat medis. Hal yang menarik adalah para pengunjung yang ingin mendapatkan obat tidak hanya dari anggota itu sendiri, tetapi juga datang dari anggota agama lain termasuk 'Islam'. Selain itu, interaksi dengan orang-orang di sekitar dilakukan dengan baik.

Interaksi dari semua orang yang menghormati dan damai, karena lokasinya berada di tengah-tengah warga. Hal ini terjadi karena ini "Klenteng" / kuil telah berdiri ratusan tahun yang lalu. Orang-orang di sekitar juga sering melibatkan "proses" atau Klenteng renovasi.Desa Gudo, merupakan tempat ibadah Tridharma, ada event keagamaan yang selalu digelar setiap hari raya imlek yaitu pagelaran wayang potehi dan juga barongsay.


8. Makam Gunung Kuncung jombang

Gunung puncung secara nyata tidaklah berbentuk gunung. Mungkin karena lokasinya di daerah pegunungan, tepatnya gunung Anjasmoro, maka disebut gunung. Gunung Puncung adalah nama salah satu pemakaman yang terletak di desa Wonorejo, kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Menurut cerita rakyat, Gunung Puncung adalah makam orang yang memiliki kesaktian tinggi sehingga dihormati orang banyak. Sehingga tempat ini sering menjadi rujukan orang-orang yang berdoa dan ngalap berkah dari alam ghaib.

Mengenai kegaiban gunung Puncung ada beberapa versi berita yang berbeda. Yang pertama adalah dari umat Islam yang datang kesana murni untuk ziarah kubur dan mendoakan orang yang sudah meninggal dunia. Lalu yang kedua adalah Islam abangan yang bertujuan mencari kekayaan dari sana. Keduanya memiliki ritual yang berbeda. Secara detailnya saya kurang tahu pasti apa saja yang dikerjakan. Namun secara umum tentu tak jauh praktek sejenis di tempat lain.

9. Makam K.H. Hasyim Asy’ari dan K.H. Wachid Hasyim jombang

KH Hasyim Asy'ari adalah satu lagi tokoh penting dalam penyebaran agama Islam di Indonesia. Beliau adalah pendiri Organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Nahdlatul Ulama (NU). KH Hasyim Asy'ari merupakan tokoh yang karismatik dan berpengetahuan luas serta merupakan figur nasional yang juga turut membesarkan NU di Indonesia.

Keturunan langsung dari KH Hasyim Asy'ari adalah juga figur yang pasti dikenal oleh seluruh rakyat Indonesia, yaitu, KH Abdurrahman Wahid, yang juga mantan presiden Indonesia yang telah wafat. Selain itu, KH. Hasyim Asy'ari juga dikenal sebagai penasihat Budi Utomo dalam perjuangannya melawan penjajahan. Lokasinya berada di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, di dalam kompleks Pondok Pesantren Tebu Ireng.

10. Makam Pangeran Benowo jombang

Pangeran Benowo, adalah salah satu tokoh yang berjasa bagi masyarakat desa Wonomerto, kecamatan Wonosalam, Jombang, dimana juga makamnya sekarang terletak. Pangeran Benowo adalah seorang pangeran yang selalu berkelana dan pernah menjadi Bupati Madiun, hingga akhirnya menghabiskan masa hidupnya di Wonomerto.

Semasa hidupnya, Pangeran Benowo banyak memberikan kontribusi yang berarti bagi kepentingan rakyat Wonomerto, seperti, membangun dan menata pemerintahan desa, membangun saluran irigasi, perkebunan, mengajari cara beternak sapi dan mengadakan beberapa kegiatan yang bermanfaat bagi kepentingan penduduk saat itu.

Dari semua jasanya itu, makam Pangeran Benowo tetap terjaga dengan baik hingga saat ini dan banyak dikunjungi oleh para peziarah.Desa Wonomerto, Keca Wonosalam. yang menarik disini makam Pangeran Benowo, Putera Sultan Hadiwijaya yang wafat pada 1684, juga terdapat di Tegal.

11. Makam Sayid Sulaiman jombang
Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, yang merupakan tokoh penyebar agama Islam di kawasan Jombang setelah runtuhnya kerajaan Majapahit.


12. Sendang Made jombang
Desa Made Kecamatan Kudu, dengan sendang lain seperti Sendang Omben, Sendang Payung, Sendang Drajat, Sendang Padusan,  dan petilasan Airlangga.


13. Sumber Penganten jombang  


Desa Jogoroto, Kecamatan Jogoroto, sekitar 1 km dari arah kantor Kecamatan Jogoroto.

14. Tirta Wisata Keplaksari jombang
Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, 2 Km dari pusat Kota Jombang, dengan kolam pancing, wisata air, dan lapangan tenis.


15. Wisata air Sumberboto jombang
Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno, Wana wisata yang di bina oleh perhutani.
16. Alun - Alun Jombang jombang
Terletak di kota jombang
Itulah beberapa objek wisata di jombang yang sudah kami rangkum untuk menambah perbendaharaan pengetahuan anda tentang tempat wisata yang ada di kota dan kabupaten jombang jawa timur.Semoga bermanfaat. Sumber Pendukung
PILIHAN Jombang, dan Orang-orang Luar Biasa di Dalamnya 15 November 2010 06:39:22 Diperbarui: 26 Juni 2015 11:36:05 Dibaca : 3,296 Komentar : 3 Nilai : 0 Jombang, dan Orang-orang Luar Biasa di Dalamnya 12898029241666232291 kawasan ringin contong, jombang (imuijo.org) Kebetulan saya asli kelahiran Jombang, Jawa Timur. Maka wajar kalau saya punya sedikit konsentrasi tersendiri dengan kota saya tercinta. Tetapi mohon tulisan saya ini tidak dianggap sebagai sebuah kebanggaan berlebihan terhadap kota asal kelahiran karena bagaimanapun sebuah kebanggaan yang tidak didasari cinta kasih akan berubah menjadi kesombongan. Saya ingin bercerita tentang orang-orang luar biasa yang 'kebetulan' lahir dari tanah pertiwi dibelahan kota jombang. Daftar berikut tidak terkait dengan siapa yang paling luar biasa berdasarkan peringkat nomor. Juga tidak terkait dengan hal positif atau negatif dari 'keluarbiasaan' mereka. Hadratus Syaikh Hasyim Asy'ari. Atau K.H. Hasyim Asy'ari, beliau adalah pendiri pondok pesantren tebuireng sekaligus pendiri organisasi kemasyarakatan terbesar NU (Nahdhatul Ulama). NU sebagai organisasi terbesar yang tersebar sampai ke seluruh penjuru nusantara sampai saat ini tetap berdiri kokoh dengan landasan Ahlusunnah Wal Jama'ah dan tetap memegang teguh pada sikap nasionalisme dengan dukungan penuh pada asas pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. K.H. Hasyim Asy'ari dikenal sebagai orang yang sangat berpengaruh dan dihormati sebagai kiblat kyai nusantara. K.H. Hasyim Asy'ari juga dikenal sebagai pahlawan nasional yang turut serta memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. A. Wahid Hasyim. Wahid Hasyim adalah putra dari Kyai Hasyim Asy'ari yang segaligus sebagai ayah dari presiden keempa RI Abdurrahman Wahid. Wahid Hasyim adalah pahlawan nasional dan mentri negara kabinet pertama RI yang turut juga memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Saat itu beliau mendirikan Barisan Hizbullah yang membatu perjuangan umat islam untuk merebut kemerdekaan. Menjelang kemerdekaan tahun 1945, Wahid Hasyim menjadi anggota BPUPKI dan PPKI yang ikut merumuskan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Beliau meninggal 19 april 1953 dalam sebuah kecelakaan. Jenazahnya dimakamkan di makam keluarga di lingkungan pondok pesantren Tebuireng Jombang. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Beliau adalah cucu dari K.H. Hasyim Asy'ari. Gus Dur adalah orang yang sangat luar biasa dalam gebrakan pemikirannya. Kebebasan pemikirannya yang kadang terlihat 'nyleneh' dianggap sebagai lokomotif yang berjalan sendiri meninggalkan gerbong-gerbong kereta dibelakangnya, sehingga sebagian orang kadang tidak mampu memahami alur pikiran yang diutarakan oleh Gus Dur. Sikap perjuangannya membela hak-hak minorias patut dijadikan acuan, termasuk kegigihannya dalam memelihara demokrasi yang sehat ditengah sebuah negara berpenduduk Islam terbesar di dunia. Gus Dur layak disandingkan dengan orang-orang besar di dunia yang turut serta menjaga nilai-nilai pluralisme dan kesetaraan. Gus Dur juga dikenal dengan seorang humoris dan sering memberikan jalan keluar yang tak terpikirkan ditengah-tengah situasi menegangkan. Gus Dur memang patut dianggap sebagai orang luar biasa. Nur Cholish Madjid. Biasa dipanggil Cak Nur adalah seorang pemikir, cendekiawan, dan budayawan Indonesia. Gagasan luar biasanya adalah tentang sekularisasi dan pluralisme dalam agama yang menjadikannya seorang cendekia muslim terdepa saat itu. Menurut Cak Nur, keyakinan adalah hak primordial setiap manusia dan keyakinan meyakini keberadaan Tuhan adalah keyakinan yang mendasar. Keyakinan itulah yang menyebabkan seseorang memiliki keyakinan yang berbeda walaupun memeluk agama yang sama. Cak Nur mendukung kebebasan beragama asal tetap dilandasi dengan tanggung jawab dari keyakinan yang dipegangnya. Menurutnya, ketika menghadap Tuhan di kehidupan yang akan datang akan bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan, dan kebebasan dalam memilih adalah konsep yang logis. Manusia akan bertanggung jawab secara pribadi atas apa yang ia lakukan dengan yakin. Apa yang diyakini, itulah yang dipertanggung jawabkan. Maka pahala ataupun dosa akan menjadi benar-benar imbalan atas apa yang secara yakin ia lakukan. Emha Ainun Nadjib. Biasa dipanggil Cak Nun adalah seorang intelekual dan budayawan Indonesia. Cak nun juga dikenal sebagai seoranng sastrawan yang mumpuni. Karya-karyanya banyak tersebar berupa tulisan-tulisan dan buku. Beliau pernah 'diusir' dari pondok pesantren Gontor karena 'berdemo' melawan pemerintah. Dalam perkembangannya Cak Nun secara langsung terjun didalam masyarakat. Dan menanamkan pendidikan masyarakat melalui pengajian dan forum-forum yang dibentuknya. Diantara forum itu adalah padhang mbulan, sebuah komunitas masyarakat yang diadakan rutin setiap bulan di daerah kelahirannya di Menturo Jombang. Di Padhang Mbulan inilah Cak Nun memadukan dinamika pendidikan agama, kesenian, pendidikan politik, sinergi ekonomi untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar. Jadi jika anda melihat rembulan sedang purnama di atas langit, ingatlah saat itu ada sebuah forum terbuka di sebuah desa terpencil bernama menturo yang mengundang siapa saja, tidak terlepas dari partai politik, agama, etnis, petani, orang kaya, copet dan lain sebagainya boleh masuk kedalam komunitas tersebut. Cak Nun juga terkenal dengan Kyai Kanjengnya. Yaitu gendingan jawa yang dibalur dengan musik-musik modern dan diiringi dengan syair-syair ciptaan beliau dan orang-orang terkenal dimasa lampau, seperti tembang-tembang sunan Kalijaga dan lain sebagainya. Yang luar biasa dari Cak Nun adalah, beliau sanggup merangkul siapa saja untuk masuk kedalam komunitasnya. Bahasa yang digunakan beliau sangat luwes sehingga tidak menyakiti yang dianggap lawan maupun kawan. Sindiran-sindiran halus namun mengena sering dilontarkan Cak Nun untuk mencairkan suasana namun tetap mengena pada sasaran dan membuat sesorang untuk berfikir. Dalam setiap forum yang diadakan. Beliau selalu mengedepankan pembangunan dari dekontruksi berupa pemahaman atas nilai-nilai, pola komunikasi, perhubungan kultural, pendidikan berfikir dan menyguhkan solusi atas masalah kemasyarakatan. Di Jakarta juga ada forum yang dibentuk Cak Nun, tepatnya di taman Ismail Marzuki yang diberi nama Kenduri Cinta Asmuni atau Toto Asmuni. Asal Jombang Jawa Timur, lahir 17 Juni 1932. Siapa yang tak kenal asmuni. Seorang pelawak yang khas dengan kumis 'Charlie Chaplin' dan juga tawanya yang terkesan suaranya keluar dari hidung. Dia adalah seseorang kelahiran jombang, tepatnya di kecamatan diwek. Diwek adalah sebuah kecamatan yang didalamnya berdiri desa tebuireng dimana Gus Dur dilahirkan. Diantara kata-katanya yang terkenal sampai sekarang adalah "wassalam" yang diucapkan dalam sebuah iklan sebuah produk sarung tenun. Asmuni adalah salah satu anggota senior grup lawak Srimulat. Beliau terkenal sebagai pelawak yang piawai dalam menggambarkan realitas kehidupan masyarakat. Hal demikian karena beliau memang berasal dari sebuah desa yang masih menjaga nilai-nilai tradisi dan adat istiadat. Beliau meninggal di Mojokerto Sabtu 21 Juli 2007. Gombloh. Lahir di Jombang, Jawa Timur 14 juli 1948. Nama aslinya Soedjarwoto Soemarsono adalah seorang penyanyi. Beliau bergabung dengan group musik beraliran oart rock/orchestral rock Lemon Tree's Anno '69. Dalam karirnya Gombloh dikenal dengan musiknya yang menggambarkan kehidupan sehari-hari seperti lagu Doa Seorang Pelacur, Kilang-Kilang, Poligami Poligami, Nyanyi Anak Seorang Pencuri, Selamat Pagi Kotaku. lirik-liriknya terkesan sangat puitis dan misterius. Musik-musik bertema nasionalismenya menjadi ciri khasnya seperti lagu Dewa Ruci, Gugur Bunga, Gaung Mojokerto-Surabaya, Indonesia Kami, Indonesiaku, Indonesiamu, Pesan Buat Negeriku. Yang sampai sekarang sering dinyanyikan oleh penyanyi zaman ini adalah Kebyar Kebyar. Diantara penggalan liriknya adalah : Indonesia … merah darahku, putih tulangku bersatu dalam semangatmu ... Abu Bakar Ba'asyir. Kelahiran Jombang, Jawa Timur 17 Agustus 1938. Abu Bakar Ba'asyir saya anggap luar biasa karena pengaruhnya bagi dunia internasional. Abu bakar ba'asyir dituduh sebagai otak dibalik kegiatan terorisme di Indonesia. Sampai saat ini polisi masih berusaha mendapatkan bukti yang kuat atas keterlibatannya dalam serangkaian penyerangan dan pengeboman di Indonesia. Berbagai badan intelijen menuduh Ba'asyir sebagai kepala spiritual Jemaah Islamiyah (JI) yang punya kaitan dengan jaringan al Qaeda dan terorisme, namun Abu Bakar Ba'asyir membantahnya. Yang lebih luar biasa adalah ketika beliau melarikan diri ke Malaysia di jaman orde baru karena sikap penolakanannya terhadap falsafah pancasila sebagai dasar negara. Ryan atau Very Idam Henyansyah. Adalah seorang kelahiran Jombang yang sangat menghebohkan dalam hal pembunuhan. Rekor pembunuhan yang dipegang sangat mencengangkan yaitu sebanyak 11 orang. Pembunuhan yang dilakukan dengan sangat keji. Saya memasukkan dalam orang-orang luar biasa dari jombang bukan karena kebanggaan tapi hanya sekedar informasi bahwa Jombang karena pemberitaan yang besar-besaran oleh media yang meliput pembunuhan riyan beberapa waktu lalu membuat orang penasaran dengan kota kecil ini. Ponari atau Muhammad Ponari. Dia adalah seorang anak yang luar biasa menyedot perhatian massa. Dengan batu 'ajaibnya' yang katanya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Faktanya ribuan orang datang setiap harinya memadati kampung halamannya di jombang untuk mendapatkan celupan air berkah dari batu yang menurut pengakuannya didapatkan setelah terkena petir. Begitu luar biasanya anak ini sampai orang-orang luar Indonesia tertarik untuk berobat ke Ponari. Ponari menjadi sebuah fenomena yang menggambarkan keadaan sosial masyarakat Indonesia ditengah mahalnya pengobatan modern yang tidak terjangkau bagi masyarakat yanng kebanyakan berpredikat kurang mampu. Tetapi yang juga menurut saya luar biasa adalah efek dari fenomena ponari adalah bukti ada sesuatu hal yang memang tidak bisa dijelaskan dengan logika. Efek positifnya adalah pembangunan desa ponari yang dahulunya terkenal minskin menjadi kawasan yang sedikit terangkat karena putaran ekonomi yang terjadi dikawasan rumah ponari. Tulisan ini hanya sekedar informasi yang bersifat obyektif dan tidak berhubungan dengan sikap kebanggaan walaupun ada beberapa hal dari tulisan saya diatas yang membuat saya bangga. Bagaimanapun orang membicarakan jombang dengan berbagai hal yang luar biasa atau tidak, saya tetap bangga dengan kota tempat kelahiran saya. Salam kompasiana Kamaluddin Ramdhan /kamalramdhan seseorang yang sedang belajar di ganasnya sebuah zaman, zaman yang sudah uedan tenan... Selengkapnya... IKUTI Share 0 0 Memuat... KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS. LABEL sejarah humaniora TANGGAPI DENGAN ARTIKEL

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/kamalramdhan/jombang-dan-orang-orang-luar-biasa-di-dalamnya_55004377a3331123705105d1
PILIHAN Jombang, dan Orang-orang Luar Biasa di Dalamnya 15 November 2010 06:39:22 Diperbarui: 26 Juni 2015 11:36:05 Dibaca : 3,296 Komentar : 3 Nilai : 0 Jombang, dan Orang-orang Luar Biasa di Dalamnya 12898029241666232291 kawasan ringin contong, jombang (imuijo.org) Kebetulan saya asli kelahiran Jombang, Jawa Timur. Maka wajar kalau saya punya sedikit konsentrasi tersendiri dengan kota saya tercinta. Tetapi mohon tulisan saya ini tidak dianggap sebagai sebuah kebanggaan berlebihan terhadap kota asal kelahiran karena bagaimanapun sebuah kebanggaan yang tidak didasari cinta kasih akan berubah menjadi kesombongan. Saya ingin bercerita tentang orang-orang luar biasa yang 'kebetulan' lahir dari tanah pertiwi dibelahan kota jombang. Daftar berikut tidak terkait dengan siapa yang paling luar biasa berdasarkan peringkat nomor. Juga tidak terkait dengan hal positif atau negatif dari 'keluarbiasaan' mereka. Hadratus Syaikh Hasyim Asy'ari. Atau K.H. Hasyim Asy'ari, beliau adalah pendiri pondok pesantren tebuireng sekaligus pendiri organisasi kemasyarakatan terbesar NU (Nahdhatul Ulama). NU sebagai organisasi terbesar yang tersebar sampai ke seluruh penjuru nusantara sampai saat ini tetap berdiri kokoh dengan landasan Ahlusunnah Wal Jama'ah dan tetap memegang teguh pada sikap nasionalisme dengan dukungan penuh pada asas pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. K.H. Hasyim Asy'ari dikenal sebagai orang yang sangat berpengaruh dan dihormati sebagai kiblat kyai nusantara. K.H. Hasyim Asy'ari juga dikenal sebagai pahlawan nasional yang turut serta memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. A. Wahid Hasyim. Wahid Hasyim adalah putra dari Kyai Hasyim Asy'ari yang segaligus sebagai ayah dari presiden keempa RI Abdurrahman Wahid. Wahid Hasyim adalah pahlawan nasional dan mentri negara kabinet pertama RI yang turut juga memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Saat itu beliau mendirikan Barisan Hizbullah yang membatu perjuangan umat islam untuk merebut kemerdekaan. Menjelang kemerdekaan tahun 1945, Wahid Hasyim menjadi anggota BPUPKI dan PPKI yang ikut merumuskan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Beliau meninggal 19 april 1953 dalam sebuah kecelakaan. Jenazahnya dimakamkan di makam keluarga di lingkungan pondok pesantren Tebuireng Jombang. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Beliau adalah cucu dari K.H. Hasyim Asy'ari. Gus Dur adalah orang yang sangat luar biasa dalam gebrakan pemikirannya. Kebebasan pemikirannya yang kadang terlihat 'nyleneh' dianggap sebagai lokomotif yang berjalan sendiri meninggalkan gerbong-gerbong kereta dibelakangnya, sehingga sebagian orang kadang tidak mampu memahami alur pikiran yang diutarakan oleh Gus Dur. Sikap perjuangannya membela hak-hak minorias patut dijadikan acuan, termasuk kegigihannya dalam memelihara demokrasi yang sehat ditengah sebuah negara berpenduduk Islam terbesar di dunia. Gus Dur layak disandingkan dengan orang-orang besar di dunia yang turut serta menjaga nilai-nilai pluralisme dan kesetaraan. Gus Dur juga dikenal dengan seorang humoris dan sering memberikan jalan keluar yang tak terpikirkan ditengah-tengah situasi menegangkan. Gus Dur memang patut dianggap sebagai orang luar biasa. Nur Cholish Madjid. Biasa dipanggil Cak Nur adalah seorang pemikir, cendekiawan, dan budayawan Indonesia. Gagasan luar biasanya adalah tentang sekularisasi dan pluralisme dalam agama yang menjadikannya seorang cendekia muslim terdepa saat itu. Menurut Cak Nur, keyakinan adalah hak primordial setiap manusia dan keyakinan meyakini keberadaan Tuhan adalah keyakinan yang mendasar. Keyakinan itulah yang menyebabkan seseorang memiliki keyakinan yang berbeda walaupun memeluk agama yang sama. Cak Nur mendukung kebebasan beragama asal tetap dilandasi dengan tanggung jawab dari keyakinan yang dipegangnya. Menurutnya, ketika menghadap Tuhan di kehidupan yang akan datang akan bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan, dan kebebasan dalam memilih adalah konsep yang logis. Manusia akan bertanggung jawab secara pribadi atas apa yang ia lakukan dengan yakin. Apa yang diyakini, itulah yang dipertanggung jawabkan. Maka pahala ataupun dosa akan menjadi benar-benar imbalan atas apa yang secara yakin ia lakukan. Emha Ainun Nadjib. Biasa dipanggil Cak Nun adalah seorang intelekual dan budayawan Indonesia. Cak nun juga dikenal sebagai seoranng sastrawan yang mumpuni. Karya-karyanya banyak tersebar berupa tulisan-tulisan dan buku. Beliau pernah 'diusir' dari pondok pesantren Gontor karena 'berdemo' melawan pemerintah. Dalam perkembangannya Cak Nun secara langsung terjun didalam masyarakat. Dan menanamkan pendidikan masyarakat melalui pengajian dan forum-forum yang dibentuknya. Diantara forum itu adalah padhang mbulan, sebuah komunitas masyarakat yang diadakan rutin setiap bulan di daerah kelahirannya di Menturo Jombang. Di Padhang Mbulan inilah Cak Nun memadukan dinamika pendidikan agama, kesenian, pendidikan politik, sinergi ekonomi untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar. Jadi jika anda melihat rembulan sedang purnama di atas langit, ingatlah saat itu ada sebuah forum terbuka di sebuah desa terpencil bernama menturo yang mengundang siapa saja, tidak terlepas dari partai politik, agama, etnis, petani, orang kaya, copet dan lain sebagainya boleh masuk kedalam komunitas tersebut. Cak Nun juga terkenal dengan Kyai Kanjengnya. Yaitu gendingan jawa yang dibalur dengan musik-musik modern dan diiringi dengan syair-syair ciptaan beliau dan orang-orang terkenal dimasa lampau, seperti tembang-tembang sunan Kalijaga dan lain sebagainya. Yang luar biasa dari Cak Nun adalah, beliau sanggup merangkul siapa saja untuk masuk kedalam komunitasnya. Bahasa yang digunakan beliau sangat luwes sehingga tidak menyakiti yang dianggap lawan maupun kawan. Sindiran-sindiran halus namun mengena sering dilontarkan Cak Nun untuk mencairkan suasana namun tetap mengena pada sasaran dan membuat sesorang untuk berfikir. Dalam setiap forum yang diadakan. Beliau selalu mengedepankan pembangunan dari dekontruksi berupa pemahaman atas nilai-nilai, pola komunikasi, perhubungan kultural, pendidikan berfikir dan menyguhkan solusi atas masalah kemasyarakatan. Di Jakarta juga ada forum yang dibentuk Cak Nun, tepatnya di taman Ismail Marzuki yang diberi nama Kenduri Cinta Asmuni atau Toto Asmuni. Asal Jombang Jawa Timur, lahir 17 Juni 1932. Siapa yang tak kenal asmuni. Seorang pelawak yang khas dengan kumis 'Charlie Chaplin' dan juga tawanya yang terkesan suaranya keluar dari hidung. Dia adalah seseorang kelahiran jombang, tepatnya di kecamatan diwek. Diwek adalah sebuah kecamatan yang didalamnya berdiri desa tebuireng dimana Gus Dur dilahirkan. Diantara kata-katanya yang terkenal sampai sekarang adalah "wassalam" yang diucapkan dalam sebuah iklan sebuah produk sarung tenun. Asmuni adalah salah satu anggota senior grup lawak Srimulat. Beliau terkenal sebagai pelawak yang piawai dalam menggambarkan realitas kehidupan masyarakat. Hal demikian karena beliau memang berasal dari sebuah desa yang masih menjaga nilai-nilai tradisi dan adat istiadat. Beliau meninggal di Mojokerto Sabtu 21 Juli 2007. Gombloh. Lahir di Jombang, Jawa Timur 14 juli 1948. Nama aslinya Soedjarwoto Soemarsono adalah seorang penyanyi. Beliau bergabung dengan group musik beraliran oart rock/orchestral rock Lemon Tree's Anno '69. Dalam karirnya Gombloh dikenal dengan musiknya yang menggambarkan kehidupan sehari-hari seperti lagu Doa Seorang Pelacur, Kilang-Kilang, Poligami Poligami, Nyanyi Anak Seorang Pencuri, Selamat Pagi Kotaku. lirik-liriknya terkesan sangat puitis dan misterius. Musik-musik bertema nasionalismenya menjadi ciri khasnya seperti lagu Dewa Ruci, Gugur Bunga, Gaung Mojokerto-Surabaya, Indonesia Kami, Indonesiaku, Indonesiamu, Pesan Buat Negeriku. Yang sampai sekarang sering dinyanyikan oleh penyanyi zaman ini adalah Kebyar Kebyar. Diantara penggalan liriknya adalah : Indonesia … merah darahku, putih tulangku bersatu dalam semangatmu ... Abu Bakar Ba'asyir. Kelahiran Jombang, Jawa Timur 17 Agustus 1938. Abu Bakar Ba'asyir saya anggap luar biasa karena pengaruhnya bagi dunia internasional. Abu bakar ba'asyir dituduh sebagai otak dibalik kegiatan terorisme di Indonesia. Sampai saat ini polisi masih berusaha mendapatkan bukti yang kuat atas keterlibatannya dalam serangkaian penyerangan dan pengeboman di Indonesia. Berbagai badan intelijen menuduh Ba'asyir sebagai kepala spiritual Jemaah Islamiyah (JI) yang punya kaitan dengan jaringan al Qaeda dan terorisme, namun Abu Bakar Ba'asyir membantahnya. Yang lebih luar biasa adalah ketika beliau melarikan diri ke Malaysia di jaman orde baru karena sikap penolakanannya terhadap falsafah pancasila sebagai dasar negara. Ryan atau Very Idam Henyansyah. Adalah seorang kelahiran Jombang yang sangat menghebohkan dalam hal pembunuhan. Rekor pembunuhan yang dipegang sangat mencengangkan yaitu sebanyak 11 orang. Pembunuhan yang dilakukan dengan sangat keji. Saya memasukkan dalam orang-orang luar biasa dari jombang bukan karena kebanggaan tapi hanya sekedar informasi bahwa Jombang karena pemberitaan yang besar-besaran oleh media yang meliput pembunuhan riyan beberapa waktu lalu membuat orang penasaran dengan kota kecil ini. Ponari atau Muhammad Ponari. Dia adalah seorang anak yang luar biasa menyedot perhatian massa. Dengan batu 'ajaibnya' yang katanya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Faktanya ribuan orang datang setiap harinya memadati kampung halamannya di jombang untuk mendapatkan celupan air berkah dari batu yang menurut pengakuannya didapatkan setelah terkena petir. Begitu luar biasanya anak ini sampai orang-orang luar Indonesia tertarik untuk berobat ke Ponari. Ponari menjadi sebuah fenomena yang menggambarkan keadaan sosial masyarakat Indonesia ditengah mahalnya pengobatan modern yang tidak terjangkau bagi masyarakat yanng kebanyakan berpredikat kurang mampu. Tetapi yang juga menurut saya luar biasa adalah efek dari fenomena ponari adalah bukti ada sesuatu hal yang memang tidak bisa dijelaskan dengan logika. Efek positifnya adalah pembangunan desa ponari yang dahulunya terkenal minskin menjadi kawasan yang sedikit terangkat karena putaran ekonomi yang terjadi dikawasan rumah ponari. Tulisan ini hanya sekedar informasi yang bersifat obyektif dan tidak berhubungan dengan sikap kebanggaan walaupun ada beberapa hal dari tulisan saya diatas yang membuat saya bangga. Bagaimanapun orang membicarakan jombang dengan berbagai hal yang luar biasa atau tidak, saya tetap bangga dengan kota tempat kelahiran saya. Salam kompasiana Kamaluddin Ramdhan /kamalramdhan seseorang yang sedang belajar di ganasnya sebuah zaman, zaman yang sudah uedan tenan... Selengkapnya... IKUTI Share 0 0 Memuat... KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS. LABEL sejarah humaniora TANGGAPI DENGAN ARTIKEL

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/kamalramdhan/jombang-dan-orang-orang-luar-biasa-di-dalamnya_55004377a3331123705105d1
PILIHAN Jombang, dan Orang-orang Luar Biasa di Dalamnya 15 November 2010 06:39:22 Diperbarui: 26 Juni 2015 11:36:05 Dibaca : 3,296 Komentar : 3 Nilai : 0 Jombang, dan Orang-orang Luar Biasa di Dalamnya 12898029241666232291 kawasan ringin contong, jombang (imuijo.org) Kebetulan saya asli kelahiran Jombang, Jawa Timur. Maka wajar kalau saya punya sedikit konsentrasi tersendiri dengan kota saya tercinta. Tetapi mohon tulisan saya ini tidak dianggap sebagai sebuah kebanggaan berlebihan terhadap kota asal kelahiran karena bagaimanapun sebuah kebanggaan yang tidak didasari cinta kasih akan berubah menjadi kesombongan. Saya ingin bercerita tentang orang-orang luar biasa yang 'kebetulan' lahir dari tanah pertiwi dibelahan kota jombang. Daftar berikut tidak terkait dengan siapa yang paling luar biasa berdasarkan peringkat nomor. Juga tidak terkait dengan hal positif atau negatif dari 'keluarbiasaan' mereka. Hadratus Syaikh Hasyim Asy'ari. Atau K.H. Hasyim Asy'ari, beliau adalah pendiri pondok pesantren tebuireng sekaligus pendiri organisasi kemasyarakatan terbesar NU (Nahdhatul Ulama). NU sebagai organisasi terbesar yang tersebar sampai ke seluruh penjuru nusantara sampai saat ini tetap berdiri kokoh dengan landasan Ahlusunnah Wal Jama'ah dan tetap memegang teguh pada sikap nasionalisme dengan dukungan penuh pada asas pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. K.H. Hasyim Asy'ari dikenal sebagai orang yang sangat berpengaruh dan dihormati sebagai kiblat kyai nusantara. K.H. Hasyim Asy'ari juga dikenal sebagai pahlawan nasional yang turut serta memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. A. Wahid Hasyim. Wahid Hasyim adalah putra dari Kyai Hasyim Asy'ari yang segaligus sebagai ayah dari presiden keempa RI Abdurrahman Wahid. Wahid Hasyim adalah pahlawan nasional dan mentri negara kabinet pertama RI yang turut juga memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Saat itu beliau mendirikan Barisan Hizbullah yang membatu perjuangan umat islam untuk merebut kemerdekaan. Menjelang kemerdekaan tahun 1945, Wahid Hasyim menjadi anggota BPUPKI dan PPKI yang ikut merumuskan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Beliau meninggal 19 april 1953 dalam sebuah kecelakaan. Jenazahnya dimakamkan di makam keluarga di lingkungan pondok pesantren Tebuireng Jombang. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Beliau adalah cucu dari K.H. Hasyim Asy'ari. Gus Dur adalah orang yang sangat luar biasa dalam gebrakan pemikirannya. Kebebasan pemikirannya yang kadang terlihat 'nyleneh' dianggap sebagai lokomotif yang berjalan sendiri meninggalkan gerbong-gerbong kereta dibelakangnya, sehingga sebagian orang kadang tidak mampu memahami alur pikiran yang diutarakan oleh Gus Dur. Sikap perjuangannya membela hak-hak minorias patut dijadikan acuan, termasuk kegigihannya dalam memelihara demokrasi yang sehat ditengah sebuah negara berpenduduk Islam terbesar di dunia. Gus Dur layak disandingkan dengan orang-orang besar di dunia yang turut serta menjaga nilai-nilai pluralisme dan kesetaraan. Gus Dur juga dikenal dengan seorang humoris dan sering memberikan jalan keluar yang tak terpikirkan ditengah-tengah situasi menegangkan. Gus Dur memang patut dianggap sebagai orang luar biasa. Nur Cholish Madjid. Biasa dipanggil Cak Nur adalah seorang pemikir, cendekiawan, dan budayawan Indonesia. Gagasan luar biasanya adalah tentang sekularisasi dan pluralisme dalam agama yang menjadikannya seorang cendekia muslim terdepa saat itu. Menurut Cak Nur, keyakinan adalah hak primordial setiap manusia dan keyakinan meyakini keberadaan Tuhan adalah keyakinan yang mendasar. Keyakinan itulah yang menyebabkan seseorang memiliki keyakinan yang berbeda walaupun memeluk agama yang sama. Cak Nur mendukung kebebasan beragama asal tetap dilandasi dengan tanggung jawab dari keyakinan yang dipegangnya. Menurutnya, ketika menghadap Tuhan di kehidupan yang akan datang akan bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan, dan kebebasan dalam memilih adalah konsep yang logis. Manusia akan bertanggung jawab secara pribadi atas apa yang ia lakukan dengan yakin. Apa yang diyakini, itulah yang dipertanggung jawabkan. Maka pahala ataupun dosa akan menjadi benar-benar imbalan atas apa yang secara yakin ia lakukan. Emha Ainun Nadjib. Biasa dipanggil Cak Nun adalah seorang intelekual dan budayawan Indonesia. Cak nun juga dikenal sebagai seoranng sastrawan yang mumpuni. Karya-karyanya banyak tersebar berupa tulisan-tulisan dan buku. Beliau pernah 'diusir' dari pondok pesantren Gontor karena 'berdemo' melawan pemerintah. Dalam perkembangannya Cak Nun secara langsung terjun didalam masyarakat. Dan menanamkan pendidikan masyarakat melalui pengajian dan forum-forum yang dibentuknya. Diantara forum itu adalah padhang mbulan, sebuah komunitas masyarakat yang diadakan rutin setiap bulan di daerah kelahirannya di Menturo Jombang. Di Padhang Mbulan inilah Cak Nun memadukan dinamika pendidikan agama, kesenian, pendidikan politik, sinergi ekonomi untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar. Jadi jika anda melihat rembulan sedang purnama di atas langit, ingatlah saat itu ada sebuah forum terbuka di sebuah desa terpencil bernama menturo yang mengundang siapa saja, tidak terlepas dari partai politik, agama, etnis, petani, orang kaya, copet dan lain sebagainya boleh masuk kedalam komunitas tersebut. Cak Nun juga terkenal dengan Kyai Kanjengnya. Yaitu gendingan jawa yang dibalur dengan musik-musik modern dan diiringi dengan syair-syair ciptaan beliau dan orang-orang terkenal dimasa lampau, seperti tembang-tembang sunan Kalijaga dan lain sebagainya. Yang luar biasa dari Cak Nun adalah, beliau sanggup merangkul siapa saja untuk masuk kedalam komunitasnya. Bahasa yang digunakan beliau sangat luwes sehingga tidak menyakiti yang dianggap lawan maupun kawan. Sindiran-sindiran halus namun mengena sering dilontarkan Cak Nun untuk mencairkan suasana namun tetap mengena pada sasaran dan membuat sesorang untuk berfikir. Dalam setiap forum yang diadakan. Beliau selalu mengedepankan pembangunan dari dekontruksi berupa pemahaman atas nilai-nilai, pola komunikasi, perhubungan kultural, pendidikan berfikir dan menyguhkan solusi atas masalah kemasyarakatan. Di Jakarta juga ada forum yang dibentuk Cak Nun, tepatnya di taman Ismail Marzuki yang diberi nama Kenduri Cinta Asmuni atau Toto Asmuni. Asal Jombang Jawa Timur, lahir 17 Juni 1932. Siapa yang tak kenal asmuni. Seorang pelawak yang khas dengan kumis 'Charlie Chaplin' dan juga tawanya yang terkesan suaranya keluar dari hidung. Dia adalah seseorang kelahiran jombang, tepatnya di kecamatan diwek. Diwek adalah sebuah kecamatan yang didalamnya berdiri desa tebuireng dimana Gus Dur dilahirkan. Diantara kata-katanya yang terkenal sampai sekarang adalah "wassalam" yang diucapkan dalam sebuah iklan sebuah produk sarung tenun. Asmuni adalah salah satu anggota senior grup lawak Srimulat. Beliau terkenal sebagai pelawak yang piawai dalam menggambarkan realitas kehidupan masyarakat. Hal demikian karena beliau memang berasal dari sebuah desa yang masih menjaga nilai-nilai tradisi dan adat istiadat. Beliau meninggal di Mojokerto Sabtu 21 Juli 2007. Gombloh. Lahir di Jombang, Jawa Timur 14 juli 1948. Nama aslinya Soedjarwoto Soemarsono adalah seorang penyanyi. Beliau bergabung dengan group musik beraliran oart rock/orchestral rock Lemon Tree's Anno '69. Dalam karirnya Gombloh dikenal dengan musiknya yang menggambarkan kehidupan sehari-hari seperti lagu Doa Seorang Pelacur, Kilang-Kilang, Poligami Poligami, Nyanyi Anak Seorang Pencuri, Selamat Pagi Kotaku. lirik-liriknya terkesan sangat puitis dan misterius. Musik-musik bertema nasionalismenya menjadi ciri khasnya seperti lagu Dewa Ruci, Gugur Bunga, Gaung Mojokerto-Surabaya, Indonesia Kami, Indonesiaku, Indonesiamu, Pesan Buat Negeriku. Yang sampai sekarang sering dinyanyikan oleh penyanyi zaman ini adalah Kebyar Kebyar. Diantara penggalan liriknya adalah : Indonesia … merah darahku, putih tulangku bersatu dalam semangatmu ... Abu Bakar Ba'asyir. Kelahiran Jombang, Jawa Timur 17 Agustus 1938. Abu Bakar Ba'asyir saya anggap luar biasa karena pengaruhnya bagi dunia internasional. Abu bakar ba'asyir dituduh sebagai otak dibalik kegiatan terorisme di Indonesia. Sampai saat ini polisi masih berusaha mendapatkan bukti yang kuat atas keterlibatannya dalam serangkaian penyerangan dan pengeboman di Indonesia. Berbagai badan intelijen menuduh Ba'asyir sebagai kepala spiritual Jemaah Islamiyah (JI) yang punya kaitan dengan jaringan al Qaeda dan terorisme, namun Abu Bakar Ba'asyir membantahnya. Yang lebih luar biasa adalah ketika beliau melarikan diri ke Malaysia di jaman orde baru karena sikap penolakanannya terhadap falsafah pancasila sebagai dasar negara. Ryan atau Very Idam Henyansyah. Adalah seorang kelahiran Jombang yang sangat menghebohkan dalam hal pembunuhan. Rekor pembunuhan yang dipegang sangat mencengangkan yaitu sebanyak 11 orang. Pembunuhan yang dilakukan dengan sangat keji. Saya memasukkan dalam orang-orang luar biasa dari jombang bukan karena kebanggaan tapi hanya sekedar informasi bahwa Jombang karena pemberitaan yang besar-besaran oleh media yang meliput pembunuhan riyan beberapa waktu lalu membuat orang penasaran dengan kota kecil ini. Ponari atau Muhammad Ponari. Dia adalah seorang anak yang luar biasa menyedot perhatian massa. Dengan batu 'ajaibnya' yang katanya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Faktanya ribuan orang datang setiap harinya memadati kampung halamannya di jombang untuk mendapatkan celupan air berkah dari batu yang menurut pengakuannya didapatkan setelah terkena petir. Begitu luar biasanya anak ini sampai orang-orang luar Indonesia tertarik untuk berobat ke Ponari. Ponari menjadi sebuah fenomena yang menggambarkan keadaan sosial masyarakat Indonesia ditengah mahalnya pengobatan modern yang tidak terjangkau bagi masyarakat yanng kebanyakan berpredikat kurang mampu. Tetapi yang juga menurut saya luar biasa adalah efek dari fenomena ponari adalah bukti ada sesuatu hal yang memang tidak bisa dijelaskan dengan logika. Efek positifnya adalah pembangunan desa ponari yang dahulunya terkenal minskin menjadi kawasan yang sedikit terangkat karena putaran ekonomi yang terjadi dikawasan rumah ponari. Tulisan ini hanya sekedar informasi yang bersifat obyektif dan tidak berhubungan dengan sikap kebanggaan walaupun ada beberapa hal dari tulisan saya diatas yang membuat saya bangga. Bagaimanapun orang membicarakan jombang dengan berbagai hal yang luar biasa atau tidak, saya tetap bangga dengan kota tempat kelahiran saya. Salam kompasiana Kamaluddin Ramdhan /kamalramdhan seseorang yang sedang belajar di ganasnya sebuah zaman, zaman yang sudah uedan tenan... Selengkapnya... IKUTI Share 0 0 Memuat... KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS. LABEL sejarah humaniora TANGGAPI DENGAN ARTIKEL

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/kamalramdhan/jombang-dan-orang-orang-luar-biasa-di-dalamnya_55004377a3331123705105d1
PILIHAN Jombang, dan Orang-orang Luar Biasa di Dalamnya 15 November 2010 06:39:22 Diperbarui: 26 Juni 2015 11:36:05 Dibaca : 3,296 Komentar : 3 Nilai : 0 Jombang, dan Orang-orang Luar Biasa di Dalamnya 12898029241666232291 kawasan ringin contong, jombang (imuijo.org) Kebetulan saya asli kelahiran Jombang, Jawa Timur. Maka wajar kalau saya punya sedikit konsentrasi tersendiri dengan kota saya tercinta. Tetapi mohon tulisan saya ini tidak dianggap sebagai sebuah kebanggaan berlebihan terhadap kota asal kelahiran karena bagaimanapun sebuah kebanggaan yang tidak didasari cinta kasih akan berubah menjadi kesombongan. Saya ingin bercerita tentang orang-orang luar biasa yang 'kebetulan' lahir dari tanah pertiwi dibelahan kota jombang. Daftar berikut tidak terkait dengan siapa yang paling luar biasa berdasarkan peringkat nomor. Juga tidak terkait dengan hal positif atau negatif dari 'keluarbiasaan' mereka. Hadratus Syaikh Hasyim Asy'ari. Atau K.H. Hasyim Asy'ari, beliau adalah pendiri pondok pesantren tebuireng sekaligus pendiri organisasi kemasyarakatan terbesar NU (Nahdhatul Ulama). NU sebagai organisasi terbesar yang tersebar sampai ke seluruh penjuru nusantara sampai saat ini tetap berdiri kokoh dengan landasan Ahlusunnah Wal Jama'ah dan tetap memegang teguh pada sikap nasionalisme dengan dukungan penuh pada asas pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. K.H. Hasyim Asy'ari dikenal sebagai orang yang sangat berpengaruh dan dihormati sebagai kiblat kyai nusantara. K.H. Hasyim Asy'ari juga dikenal sebagai pahlawan nasional yang turut serta memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. A. Wahid Hasyim. Wahid Hasyim adalah putra dari Kyai Hasyim Asy'ari yang segaligus sebagai ayah dari presiden keempa RI Abdurrahman Wahid. Wahid Hasyim adalah pahlawan nasional dan mentri negara kabinet pertama RI yang turut juga memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Saat itu beliau mendirikan Barisan Hizbullah yang membatu perjuangan umat islam untuk merebut kemerdekaan. Menjelang kemerdekaan tahun 1945, Wahid Hasyim menjadi anggota BPUPKI dan PPKI yang ikut merumuskan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Beliau meninggal 19 april 1953 dalam sebuah kecelakaan. Jenazahnya dimakamkan di makam keluarga di lingkungan pondok pesantren Tebuireng Jombang. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Beliau adalah cucu dari K.H. Hasyim Asy'ari. Gus Dur adalah orang yang sangat luar biasa dalam gebrakan pemikirannya. Kebebasan pemikirannya yang kadang terlihat 'nyleneh' dianggap sebagai lokomotif yang berjalan sendiri meninggalkan gerbong-gerbong kereta dibelakangnya, sehingga sebagian orang kadang tidak mampu memahami alur pikiran yang diutarakan oleh Gus Dur. Sikap perjuangannya membela hak-hak minorias patut dijadikan acuan, termasuk kegigihannya dalam memelihara demokrasi yang sehat ditengah sebuah negara berpenduduk Islam terbesar di dunia. Gus Dur layak disandingkan dengan orang-orang besar di dunia yang turut serta menjaga nilai-nilai pluralisme dan kesetaraan. Gus Dur juga dikenal dengan seorang humoris dan sering memberikan jalan keluar yang tak terpikirkan ditengah-tengah situasi menegangkan. Gus Dur memang patut dianggap sebagai orang luar biasa. Nur Cholish Madjid. Biasa dipanggil Cak Nur adalah seorang pemikir, cendekiawan, dan budayawan Indonesia. Gagasan luar biasanya adalah tentang sekularisasi dan pluralisme dalam agama yang menjadikannya seorang cendekia muslim terdepa saat itu. Menurut Cak Nur, keyakinan adalah hak primordial setiap manusia dan keyakinan meyakini keberadaan Tuhan adalah keyakinan yang mendasar. Keyakinan itulah yang menyebabkan seseorang memiliki keyakinan yang berbeda walaupun memeluk agama yang sama. Cak Nur mendukung kebebasan beragama asal tetap dilandasi dengan tanggung jawab dari keyakinan yang dipegangnya. Menurutnya, ketika menghadap Tuhan di kehidupan yang akan datang akan bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan, dan kebebasan dalam memilih adalah konsep yang logis. Manusia akan bertanggung jawab secara pribadi atas apa yang ia lakukan dengan yakin. Apa yang diyakini, itulah yang dipertanggung jawabkan. Maka pahala ataupun dosa akan menjadi benar-benar imbalan atas apa yang secara yakin ia lakukan. Emha Ainun Nadjib. Biasa dipanggil Cak Nun adalah seorang intelekual dan budayawan Indonesia. Cak nun juga dikenal sebagai seoranng sastrawan yang mumpuni. Karya-karyanya banyak tersebar berupa tulisan-tulisan dan buku. Beliau pernah 'diusir' dari pondok pesantren Gontor karena 'berdemo' melawan pemerintah. Dalam perkembangannya Cak Nun secara langsung terjun didalam masyarakat. Dan menanamkan pendidikan masyarakat melalui pengajian dan forum-forum yang dibentuknya. Diantara forum itu adalah padhang mbulan, sebuah komunitas masyarakat yang diadakan rutin setiap bulan di daerah kelahirannya di Menturo Jombang. Di Padhang Mbulan inilah Cak Nun memadukan dinamika pendidikan agama, kesenian, pendidikan politik, sinergi ekonomi untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar. Jadi jika anda melihat rembulan sedang purnama di atas langit, ingatlah saat itu ada sebuah forum terbuka di sebuah desa terpencil bernama menturo yang mengundang siapa saja, tidak terlepas dari partai politik, agama, etnis, petani, orang kaya, copet dan lain sebagainya boleh masuk kedalam komunitas tersebut. Cak Nun juga terkenal dengan Kyai Kanjengnya. Yaitu gendingan jawa yang dibalur dengan musik-musik modern dan diiringi dengan syair-syair ciptaan beliau dan orang-orang terkenal dimasa lampau, seperti tembang-tembang sunan Kalijaga dan lain sebagainya. Yang luar biasa dari Cak Nun adalah, beliau sanggup merangkul siapa saja untuk masuk kedalam komunitasnya. Bahasa yang digunakan beliau sangat luwes sehingga tidak menyakiti yang dianggap lawan maupun kawan. Sindiran-sindiran halus namun mengena sering dilontarkan Cak Nun untuk mencairkan suasana namun tetap mengena pada sasaran dan membuat sesorang untuk berfikir. Dalam setiap forum yang diadakan. Beliau selalu mengedepankan pembangunan dari dekontruksi berupa pemahaman atas nilai-nilai, pola komunikasi, perhubungan kultural, pendidikan berfikir dan menyguhkan solusi atas masalah kemasyarakatan. Di Jakarta juga ada forum yang dibentuk Cak Nun, tepatnya di taman Ismail Marzuki yang diberi nama Kenduri Cinta Asmuni atau Toto Asmuni. Asal Jombang Jawa Timur, lahir 17 Juni 1932. Siapa yang tak kenal asmuni. Seorang pelawak yang khas dengan kumis 'Charlie Chaplin' dan juga tawanya yang terkesan suaranya keluar dari hidung. Dia adalah seseorang kelahiran jombang, tepatnya di kecamatan diwek. Diwek adalah sebuah kecamatan yang didalamnya berdiri desa tebuireng dimana Gus Dur dilahirkan. Diantara kata-katanya yang terkenal sampai sekarang adalah "wassalam" yang diucapkan dalam sebuah iklan sebuah produk sarung tenun. Asmuni adalah salah satu anggota senior grup lawak Srimulat. Beliau terkenal sebagai pelawak yang piawai dalam menggambarkan realitas kehidupan masyarakat. Hal demikian karena beliau memang berasal dari sebuah desa yang masih menjaga nilai-nilai tradisi dan adat istiadat. Beliau meninggal di Mojokerto Sabtu 21 Juli 2007. Gombloh. Lahir di Jombang, Jawa Timur 14 juli 1948. Nama aslinya Soedjarwoto Soemarsono adalah seorang penyanyi. Beliau bergabung dengan group musik beraliran oart rock/orchestral rock Lemon Tree's Anno '69. Dalam karirnya Gombloh dikenal dengan musiknya yang menggambarkan kehidupan sehari-hari seperti lagu Doa Seorang Pelacur, Kilang-Kilang, Poligami Poligami, Nyanyi Anak Seorang Pencuri, Selamat Pagi Kotaku. lirik-liriknya terkesan sangat puitis dan misterius. Musik-musik bertema nasionalismenya menjadi ciri khasnya seperti lagu Dewa Ruci, Gugur Bunga, Gaung Mojokerto-Surabaya, Indonesia Kami, Indonesiaku, Indonesiamu, Pesan Buat Negeriku. Yang sampai sekarang sering dinyanyikan oleh penyanyi zaman ini adalah Kebyar Kebyar. Diantara penggalan liriknya adalah : Indonesia … merah darahku, putih tulangku bersatu dalam semangatmu ... Abu Bakar Ba'asyir. Kelahiran Jombang, Jawa Timur 17 Agustus 1938. Abu Bakar Ba'asyir saya anggap luar biasa karena pengaruhnya bagi dunia internasional. Abu bakar ba'asyir dituduh sebagai otak dibalik kegiatan terorisme di Indonesia. Sampai saat ini polisi masih berusaha mendapatkan bukti yang kuat atas keterlibatannya dalam serangkaian penyerangan dan pengeboman di Indonesia. Berbagai badan intelijen menuduh Ba'asyir sebagai kepala spiritual Jemaah Islamiyah (JI) yang punya kaitan dengan jaringan al Qaeda dan terorisme, namun Abu Bakar Ba'asyir membantahnya. Yang lebih luar biasa adalah ketika beliau melarikan diri ke Malaysia di jaman orde baru karena sikap penolakanannya terhadap falsafah pancasila sebagai dasar negara. Ryan atau Very Idam Henyansyah. Adalah seorang kelahiran Jombang yang sangat menghebohkan dalam hal pembunuhan. Rekor pembunuhan yang dipegang sangat mencengangkan yaitu sebanyak 11 orang. Pembunuhan yang dilakukan dengan sangat keji. Saya memasukkan dalam orang-orang luar biasa dari jombang bukan karena kebanggaan tapi hanya sekedar informasi bahwa Jombang karena pemberitaan yang besar-besaran oleh media yang meliput pembunuhan riyan beberapa waktu lalu membuat orang penasaran dengan kota kecil ini. Ponari atau Muhammad Ponari. Dia adalah seorang anak yang luar biasa menyedot perhatian massa. Dengan batu 'ajaibnya' yang katanya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Faktanya ribuan orang datang setiap harinya memadati kampung halamannya di jombang untuk mendapatkan celupan air berkah dari batu yang menurut pengakuannya didapatkan setelah terkena petir. Begitu luar biasanya anak ini sampai orang-orang luar Indonesia tertarik untuk berobat ke Ponari. Ponari menjadi sebuah fenomena yang menggambarkan keadaan sosial masyarakat Indonesia ditengah mahalnya pengobatan modern yang tidak terjangkau bagi masyarakat yanng kebanyakan berpredikat kurang mampu. Tetapi yang juga menurut saya luar biasa adalah efek dari fenomena ponari adalah bukti ada sesuatu hal yang memang tidak bisa dijelaskan dengan logika. Efek positifnya adalah pembangunan desa ponari yang dahulunya terkenal minskin menjadi kawasan yang sedikit terangkat karena putaran ekonomi yang terjadi dikawasan rumah ponari. Tulisan ini hanya sekedar informasi yang bersifat obyektif dan tidak berhubungan dengan sikap kebanggaan walaupun ada beberapa hal dari tulisan saya diatas yang membuat saya bangga. Bagaimanapun orang membicarakan jombang dengan berbagai hal yang luar biasa atau tidak, saya tetap bangga dengan kota tempat kelahiran saya. Salam kompasiana Kamaluddin Ramdhan /kamalramdhan seseorang yang sedang belajar di ganasnya sebuah zaman, zaman yang sudah uedan tenan... Selengkapnya... IKUTI Share 0 0 Memuat... KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS. LABEL sejarah humaniora TANGGAPI DENGAN ARTIKEL

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/kamalramdhan/jombang-dan-orang-orang-luar-biasa-di-dalamnya_55004377a3331123705105d1
PILIHAN Jombang, dan Orang-orang Luar Biasa di Dalamnya 15 November 2010 06:39:22 Diperbarui: 26 Juni 2015 11:36:05 Dibaca : 3,296 Komentar : 3 Nilai : 0 Jombang, dan Orang-orang Luar Biasa di Dalamnya 12898029241666232291 kawasan ringin contong, jombang (imuijo.org) Kebetulan saya asli kelahiran Jombang, Jawa Timur. Maka wajar kalau saya punya sedikit konsentrasi tersendiri dengan kota saya tercinta. Tetapi mohon tulisan saya ini tidak dianggap sebagai sebuah kebanggaan berlebihan terhadap kota asal kelahiran karena bagaimanapun sebuah kebanggaan yang tidak didasari cinta kasih akan berubah menjadi kesombongan. Saya ingin bercerita tentang orang-orang luar biasa yang 'kebetulan' lahir dari tanah pertiwi dibelahan kota jombang. Daftar berikut tidak terkait dengan siapa yang paling luar biasa berdasarkan peringkat nomor. Juga tidak terkait dengan hal positif atau negatif dari 'keluarbiasaan' mereka. Hadratus Syaikh Hasyim Asy'ari. Atau K.H. Hasyim Asy'ari, beliau adalah pendiri pondok pesantren tebuireng sekaligus pendiri organisasi kemasyarakatan terbesar NU (Nahdhatul Ulama). NU sebagai organisasi terbesar yang tersebar sampai ke seluruh penjuru nusantara sampai saat ini tetap berdiri kokoh dengan landasan Ahlusunnah Wal Jama'ah dan tetap memegang teguh pada sikap nasionalisme dengan dukungan penuh pada asas pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. K.H. Hasyim Asy'ari dikenal sebagai orang yang sangat berpengaruh dan dihormati sebagai kiblat kyai nusantara. K.H. Hasyim Asy'ari juga dikenal sebagai pahlawan nasional yang turut serta memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. A. Wahid Hasyim. Wahid Hasyim adalah putra dari Kyai Hasyim Asy'ari yang segaligus sebagai ayah dari presiden keempa RI Abdurrahman Wahid. Wahid Hasyim adalah pahlawan nasional dan mentri negara kabinet pertama RI yang turut juga memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Saat itu beliau mendirikan Barisan Hizbullah yang membatu perjuangan umat islam untuk merebut kemerdekaan. Menjelang kemerdekaan tahun 1945, Wahid Hasyim menjadi anggota BPUPKI dan PPKI yang ikut merumuskan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Beliau meninggal 19 april 1953 dalam sebuah kecelakaan. Jenazahnya dimakamkan di makam keluarga di lingkungan pondok pesantren Tebuireng Jombang. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Beliau adalah cucu dari K.H. Hasyim Asy'ari. Gus Dur adalah orang yang sangat luar biasa dalam gebrakan pemikirannya. Kebebasan pemikirannya yang kadang terlihat 'nyleneh' dianggap sebagai lokomotif yang berjalan sendiri meninggalkan gerbong-gerbong kereta dibelakangnya, sehingga sebagian orang kadang tidak mampu memahami alur pikiran yang diutarakan oleh Gus Dur. Sikap perjuangannya membela hak-hak minorias patut dijadikan acuan, termasuk kegigihannya dalam memelihara demokrasi yang sehat ditengah sebuah negara berpenduduk Islam terbesar di dunia. Gus Dur layak disandingkan dengan orang-orang besar di dunia yang turut serta menjaga nilai-nilai pluralisme dan kesetaraan. Gus Dur juga dikenal dengan seorang humoris dan sering memberikan jalan keluar yang tak terpikirkan ditengah-tengah situasi menegangkan. Gus Dur memang patut dianggap sebagai orang luar biasa. Nur Cholish Madjid. Biasa dipanggil Cak Nur adalah seorang pemikir, cendekiawan, dan budayawan Indonesia. Gagasan luar biasanya adalah tentang sekularisasi dan pluralisme dalam agama yang menjadikannya seorang cendekia muslim terdepa saat itu. Menurut Cak Nur, keyakinan adalah hak primordial setiap manusia dan keyakinan meyakini keberadaan Tuhan adalah keyakinan yang mendasar. Keyakinan itulah yang menyebabkan seseorang memiliki keyakinan yang berbeda walaupun memeluk agama yang sama. Cak Nur mendukung kebebasan beragama asal tetap dilandasi dengan tanggung jawab dari keyakinan yang dipegangnya. Menurutnya, ketika menghadap Tuhan di kehidupan yang akan datang akan bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan, dan kebebasan dalam memilih adalah konsep yang logis. Manusia akan bertanggung jawab secara pribadi atas apa yang ia lakukan dengan yakin. Apa yang diyakini, itulah yang dipertanggung jawabkan. Maka pahala ataupun dosa akan menjadi benar-benar imbalan atas apa yang secara yakin ia lakukan. Emha Ainun Nadjib. Biasa dipanggil Cak Nun adalah seorang intelekual dan budayawan Indonesia. Cak nun juga dikenal sebagai seoranng sastrawan yang mumpuni. Karya-karyanya banyak tersebar berupa tulisan-tulisan dan buku. Beliau pernah 'diusir' dari pondok pesantren Gontor karena 'berdemo' melawan pemerintah. Dalam perkembangannya Cak Nun secara langsung terjun didalam masyarakat. Dan menanamkan pendidikan masyarakat melalui pengajian dan forum-forum yang dibentuknya. Diantara forum itu adalah padhang mbulan, sebuah komunitas masyarakat yang diadakan rutin setiap bulan di daerah kelahirannya di Menturo Jombang. Di Padhang Mbulan inilah Cak Nun memadukan dinamika pendidikan agama, kesenian, pendidikan politik, sinergi ekonomi untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar. Jadi jika anda melihat rembulan sedang purnama di atas langit, ingatlah saat itu ada sebuah forum terbuka di sebuah desa terpencil bernama menturo yang mengundang siapa saja, tidak terlepas dari partai politik, agama, etnis, petani, orang kaya, copet dan lain sebagainya boleh masuk kedalam komunitas tersebut. Cak Nun juga terkenal dengan Kyai Kanjengnya. Yaitu gendingan jawa yang dibalur dengan musik-musik modern dan diiringi dengan syair-syair ciptaan beliau dan orang-orang terkenal dimasa lampau, seperti tembang-tembang sunan Kalijaga dan lain sebagainya. Yang luar biasa dari Cak Nun adalah, beliau sanggup merangkul siapa saja untuk masuk kedalam komunitasnya. Bahasa yang digunakan beliau sangat luwes sehingga tidak menyakiti yang dianggap lawan maupun kawan. Sindiran-sindiran halus namun mengena sering dilontarkan Cak Nun untuk mencairkan suasana namun tetap mengena pada sasaran dan membuat sesorang untuk berfikir. Dalam setiap forum yang diadakan. Beliau selalu mengedepankan pembangunan dari dekontruksi berupa pemahaman atas nilai-nilai, pola komunikasi, perhubungan kultural, pendidikan berfikir dan menyguhkan solusi atas masalah kemasyarakatan. Di Jakarta juga ada forum yang dibentuk Cak Nun, tepatnya di taman Ismail Marzuki yang diberi nama Kenduri Cinta Asmuni atau Toto Asmuni. Asal Jombang Jawa Timur, lahir 17 Juni 1932. Siapa yang tak kenal asmuni. Seorang pelawak yang khas dengan kumis 'Charlie Chaplin' dan juga tawanya yang terkesan suaranya keluar dari hidung. Dia adalah seseorang kelahiran jombang, tepatnya di kecamatan diwek. Diwek adalah sebuah kecamatan yang didalamnya berdiri desa tebuireng dimana Gus Dur dilahirkan. Diantara kata-katanya yang terkenal sampai sekarang adalah "wassalam" yang diucapkan dalam sebuah iklan sebuah produk sarung tenun. Asmuni adalah salah satu anggota senior grup lawak Srimulat. Beliau terkenal sebagai pelawak yang piawai dalam menggambarkan realitas kehidupan masyarakat. Hal demikian karena beliau memang berasal dari sebuah desa yang masih menjaga nilai-nilai tradisi dan adat istiadat. Beliau meninggal di Mojokerto Sabtu 21 Juli 2007. Gombloh. Lahir di Jombang, Jawa Timur 14 juli 1948. Nama aslinya Soedjarwoto Soemarsono adalah seorang penyanyi. Beliau bergabung dengan group musik beraliran oart rock/orchestral rock Lemon Tree's Anno '69. Dalam karirnya Gombloh dikenal dengan musiknya yang menggambarkan kehidupan sehari-hari seperti lagu Doa Seorang Pelacur, Kilang-Kilang, Poligami Poligami, Nyanyi Anak Seorang Pencuri, Selamat Pagi Kotaku. lirik-liriknya terkesan sangat puitis dan misterius. Musik-musik bertema nasionalismenya menjadi ciri khasnya seperti lagu Dewa Ruci, Gugur Bunga, Gaung Mojokerto-Surabaya, Indonesia Kami, Indonesiaku, Indonesiamu, Pesan Buat Negeriku. Yang sampai sekarang sering dinyanyikan oleh penyanyi zaman ini adalah Kebyar Kebyar. Diantara penggalan liriknya adalah : Indonesia … merah darahku, putih tulangku bersatu dalam semangatmu ... Abu Bakar Ba'asyir. Kelahiran Jombang, Jawa Timur 17 Agustus 1938. Abu Bakar Ba'asyir saya anggap luar biasa karena pengaruhnya bagi dunia internasional. Abu bakar ba'asyir dituduh sebagai otak dibalik kegiatan terorisme di Indonesia. Sampai saat ini polisi masih berusaha mendapatkan bukti yang kuat atas keterlibatannya dalam serangkaian penyerangan dan pengeboman di Indonesia. Berbagai badan intelijen menuduh Ba'asyir sebagai kepala spiritual Jemaah Islamiyah (JI) yang punya kaitan dengan jaringan al Qaeda dan terorisme, namun Abu Bakar Ba'asyir membantahnya. Yang lebih luar biasa adalah ketika beliau melarikan diri ke Malaysia di jaman orde baru karena sikap penolakanannya terhadap falsafah pancasila sebagai dasar negara. Ryan atau Very Idam Henyansyah. Adalah seorang kelahiran Jombang yang sangat menghebohkan dalam hal pembunuhan. Rekor pembunuhan yang dipegang sangat mencengangkan yaitu sebanyak 11 orang. Pembunuhan yang dilakukan dengan sangat keji. Saya memasukkan dalam orang-orang luar biasa dari jombang bukan karena kebanggaan tapi hanya sekedar informasi bahwa Jombang karena pemberitaan yang besar-besaran oleh media yang meliput pembunuhan riyan beberapa waktu lalu membuat orang penasaran dengan kota kecil ini. Ponari atau Muhammad Ponari. Dia adalah seorang anak yang luar biasa menyedot perhatian massa. Dengan batu 'ajaibnya' yang katanya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Faktanya ribuan orang datang setiap harinya memadati kampung halamannya di jombang untuk mendapatkan celupan air berkah dari batu yang menurut pengakuannya didapatkan setelah terkena petir. Begitu luar biasanya anak ini sampai orang-orang luar Indonesia tertarik untuk berobat ke Ponari. Ponari menjadi sebuah fenomena yang menggambarkan keadaan sosial masyarakat Indonesia ditengah mahalnya pengobatan modern yang tidak terjangkau bagi masyarakat yanng kebanyakan berpredikat kurang mampu. Tetapi yang juga menurut saya luar biasa adalah efek dari fenomena ponari adalah bukti ada sesuatu hal yang memang tidak bisa dijelaskan dengan logika. Efek positifnya adalah pembangunan desa ponari yang dahulunya terkenal minskin menjadi kawasan yang sedikit terangkat karena putaran ekonomi yang terjadi dikawasan rumah ponari. Tulisan ini hanya sekedar informasi yang bersifat obyektif dan tidak berhubungan dengan sikap kebanggaan walaupun ada beberapa hal dari tulisan saya diatas yang membuat saya bangga. Bagaimanapun orang membicarakan jombang dengan berbagai hal yang luar biasa atau tidak, saya tetap bangga dengan kota tempat kelahiran saya. Salam kompasiana Kamaluddin Ramdhan /kamalramdhan seseorang yang sedang belajar di ganasnya sebuah zaman, zaman yang sudah uedan tenan... Selengkapnya... IKUTI Share 0 0 Memuat... KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS. LABEL sejarah humaniora TANGGAPI DENGAN ARTIKEL

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/kamalramdhan/jombang-dan-orang-orang-luar-biasa-di-dalamnya_55004377a3331123705105d1
PILIHAN Jombang, dan Orang-orang Luar Biasa di Dalamnya 15 November 2010 06:39:22 Diperbarui: 26 Juni 2015 11:36:05 Dibaca : 3,296 Komentar : 3 Nilai : 0 Jombang, dan Orang-orang Luar Biasa di Dalamnya 12898029241666232291 kawasan ringin contong, jombang (imuijo.org) Kebetulan saya asli kelahiran Jombang, Jawa Timur. Maka wajar kalau saya punya sedikit konsentrasi tersendiri dengan kota saya tercinta. Tetapi mohon tulisan saya ini tidak dianggap sebagai sebuah kebanggaan berlebihan terhadap kota asal kelahiran karena bagaimanapun sebuah kebanggaan yang tidak didasari cinta kasih akan berubah menjadi kesombongan. Saya ingin bercerita tentang orang-orang luar biasa yang 'kebetulan' lahir dari tanah pertiwi dibelahan kota jombang. Daftar berikut tidak terkait dengan siapa yang paling luar biasa berdasarkan peringkat nomor. Juga tidak terkait dengan hal positif atau negatif dari 'keluarbiasaan' mereka. Hadratus Syaikh Hasyim Asy'ari. Atau K.H. Hasyim Asy'ari, beliau adalah pendiri pondok pesantren tebuireng sekaligus pendiri organisasi kemasyarakatan terbesar NU (Nahdhatul Ulama). NU sebagai organisasi terbesar yang tersebar sampai ke seluruh penjuru nusantara sampai saat ini tetap berdiri kokoh dengan landasan Ahlusunnah Wal Jama'ah dan tetap memegang teguh pada sikap nasionalisme dengan dukungan penuh pada asas pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. K.H. Hasyim Asy'ari dikenal sebagai orang yang sangat berpengaruh dan dihormati sebagai kiblat kyai nusantara. K.H. Hasyim Asy'ari juga dikenal sebagai pahlawan nasional yang turut serta memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. A. Wahid Hasyim. Wahid Hasyim adalah putra dari Kyai Hasyim Asy'ari yang segaligus sebagai ayah dari presiden keempa RI Abdurrahman Wahid. Wahid Hasyim adalah pahlawan nasional dan mentri negara kabinet pertama RI yang turut juga memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Saat itu beliau mendirikan Barisan Hizbullah yang membatu perjuangan umat islam untuk merebut kemerdekaan. Menjelang kemerdekaan tahun 1945, Wahid Hasyim menjadi anggota BPUPKI dan PPKI yang ikut merumuskan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Beliau meninggal 19 april 1953 dalam sebuah kecelakaan. Jenazahnya dimakamkan di makam keluarga di lingkungan pondok pesantren Tebuireng Jombang. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Beliau adalah cucu dari K.H. Hasyim Asy'ari. Gus Dur adalah orang yang sangat luar biasa dalam gebrakan pemikirannya. Kebebasan pemikirannya yang kadang terlihat 'nyleneh' dianggap sebagai lokomotif yang berjalan sendiri meninggalkan gerbong-gerbong kereta dibelakangnya, sehingga sebagian orang kadang tidak mampu memahami alur pikiran yang diutarakan oleh Gus Dur. Sikap perjuangannya membela hak-hak minorias patut dijadikan acuan, termasuk kegigihannya dalam memelihara demokrasi yang sehat ditengah sebuah negara berpenduduk Islam terbesar di dunia. Gus Dur layak disandingkan dengan orang-orang besar di dunia yang turut serta menjaga nilai-nilai pluralisme dan kesetaraan. Gus Dur juga dikenal dengan seorang humoris dan sering memberikan jalan keluar yang tak terpikirkan ditengah-tengah situasi menegangkan. Gus Dur memang patut dianggap sebagai orang luar biasa. Nur Cholish Madjid. Biasa dipanggil Cak Nur adalah seorang pemikir, cendekiawan, dan budayawan Indonesia. Gagasan luar biasanya adalah tentang sekularisasi dan pluralisme dalam agama yang menjadikannya seorang cendekia muslim terdepa saat itu. Menurut Cak Nur, keyakinan adalah hak primordial setiap manusia dan keyakinan meyakini keberadaan Tuhan adalah keyakinan yang mendasar. Keyakinan itulah yang menyebabkan seseorang memiliki keyakinan yang berbeda walaupun memeluk agama yang sama. Cak Nur mendukung kebebasan beragama asal tetap dilandasi dengan tanggung jawab dari keyakinan yang dipegangnya. Menurutnya, ketika menghadap Tuhan di kehidupan yang akan datang akan bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan, dan kebebasan dalam memilih adalah konsep yang logis. Manusia akan bertanggung jawab secara pribadi atas apa yang ia lakukan dengan yakin. Apa yang diyakini, itulah yang dipertanggung jawabkan. Maka pahala ataupun dosa akan menjadi benar-benar imbalan atas apa yang secara yakin ia lakukan. Emha Ainun Nadjib. Biasa dipanggil Cak Nun adalah seorang intelekual dan budayawan Indonesia. Cak nun juga dikenal sebagai seoranng sastrawan yang mumpuni. Karya-karyanya banyak tersebar berupa tulisan-tulisan dan buku. Beliau pernah 'diusir' dari pondok pesantren Gontor karena 'berdemo' melawan pemerintah. Dalam perkembangannya Cak Nun secara langsung terjun didalam masyarakat. Dan menanamkan pendidikan masyarakat melalui pengajian dan forum-forum yang dibentuknya. Diantara forum itu adalah padhang mbulan, sebuah komunitas masyarakat yang diadakan rutin setiap bulan di daerah kelahirannya di Menturo Jombang. Di Padhang Mbulan inilah Cak Nun memadukan dinamika pendidikan agama, kesenian, pendidikan politik, sinergi ekonomi untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar. Jadi jika anda melihat rembulan sedang purnama di atas langit, ingatlah saat itu ada sebuah forum terbuka di sebuah desa terpencil bernama menturo yang mengundang siapa saja, tidak terlepas dari partai politik, agama, etnis, petani, orang kaya, copet dan lain sebagainya boleh masuk kedalam komunitas tersebut. Cak Nun juga terkenal dengan Kyai Kanjengnya. Yaitu gendingan jawa yang dibalur dengan musik-musik modern dan diiringi dengan syair-syair ciptaan beliau dan orang-orang terkenal dimasa lampau, seperti tembang-tembang sunan Kalijaga dan lain sebagainya. Yang luar biasa dari Cak Nun adalah, beliau sanggup merangkul siapa saja untuk masuk kedalam komunitasnya. Bahasa yang digunakan beliau sangat luwes sehingga tidak menyakiti yang dianggap lawan maupun kawan. Sindiran-sindiran halus namun mengena sering dilontarkan Cak Nun untuk mencairkan suasana namun tetap mengena pada sasaran dan membuat sesorang untuk berfikir. Dalam setiap forum yang diadakan. Beliau selalu mengedepankan pembangunan dari dekontruksi berupa pemahaman atas nilai-nilai, pola komunikasi, perhubungan kultural, pendidikan berfikir dan menyguhkan solusi atas masalah kemasyarakatan. Di Jakarta juga ada forum yang dibentuk Cak Nun, tepatnya di taman Ismail Marzuki yang diberi nama Kenduri Cinta Asmuni atau Toto Asmuni. Asal Jombang Jawa Timur, lahir 17 Juni 1932. Siapa yang tak kenal asmuni. Seorang pelawak yang khas dengan kumis 'Charlie Chaplin' dan juga tawanya yang terkesan suaranya keluar dari hidung. Dia adalah seseorang kelahiran jombang, tepatnya di kecamatan diwek. Diwek adalah sebuah kecamatan yang didalamnya berdiri desa tebuireng dimana Gus Dur dilahirkan. Diantara kata-katanya yang terkenal sampai sekarang adalah "wassalam" yang diucapkan dalam sebuah iklan sebuah produk sarung tenun. Asmuni adalah salah satu anggota senior grup lawak Srimulat. Beliau terkenal sebagai pelawak yang piawai dalam menggambarkan realitas kehidupan masyarakat. Hal demikian karena beliau memang berasal dari sebuah desa yang masih menjaga nilai-nilai tradisi dan adat istiadat. Beliau meninggal di Mojokerto Sabtu 21 Juli 2007. Gombloh. Lahir di Jombang, Jawa Timur 14 juli 1948. Nama aslinya Soedjarwoto Soemarsono adalah seorang penyanyi. Beliau bergabung dengan group musik beraliran oart rock/orchestral rock Lemon Tree's Anno '69. Dalam karirnya Gombloh dikenal dengan musiknya yang menggambarkan kehidupan sehari-hari seperti lagu Doa Seorang Pelacur, Kilang-Kilang, Poligami Poligami, Nyanyi Anak Seorang Pencuri, Selamat Pagi Kotaku. lirik-liriknya terkesan sangat puitis dan misterius. Musik-musik bertema nasionalismenya menjadi ciri khasnya seperti lagu Dewa Ruci, Gugur Bunga, Gaung Mojokerto-Surabaya, Indonesia Kami, Indonesiaku, Indonesiamu, Pesan Buat Negeriku. Yang sampai sekarang sering dinyanyikan oleh penyanyi zaman ini adalah Kebyar Kebyar. Diantara penggalan liriknya adalah : Indonesia … merah darahku, putih tulangku bersatu dalam semangatmu ... Abu Bakar Ba'asyir. Kelahiran Jombang, Jawa Timur 17 Agustus 1938. Abu Bakar Ba'asyir saya anggap luar biasa karena pengaruhnya bagi dunia internasional. Abu bakar ba'asyir dituduh sebagai otak dibalik kegiatan terorisme di Indonesia. Sampai saat ini polisi masih berusaha mendapatkan bukti yang kuat atas keterlibatannya dalam serangkaian penyerangan dan pengeboman di Indonesia. Berbagai badan intelijen menuduh Ba'asyir sebagai kepala spiritual Jemaah Islamiyah (JI) yang punya kaitan dengan jaringan al Qaeda dan terorisme, namun Abu Bakar Ba'asyir membantahnya. Yang lebih luar biasa adalah ketika beliau melarikan diri ke Malaysia di jaman orde baru karena sikap penolakanannya terhadap falsafah pancasila sebagai dasar negara. Ryan atau Very Idam Henyansyah. Adalah seorang kelahiran Jombang yang sangat menghebohkan dalam hal pembunuhan. Rekor pembunuhan yang dipegang sangat mencengangkan yaitu sebanyak 11 orang. Pembunuhan yang dilakukan dengan sangat keji. Saya memasukkan dalam orang-orang luar biasa dari jombang bukan karena kebanggaan tapi hanya sekedar informasi bahwa Jombang karena pemberitaan yang besar-besaran oleh media yang meliput pembunuhan riyan beberapa waktu lalu membuat orang penasaran dengan kota kecil ini. Ponari atau Muhammad Ponari. Dia adalah seorang anak yang luar biasa menyedot perhatian massa. Dengan batu 'ajaibnya' yang katanya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Faktanya ribuan orang datang setiap harinya memadati kampung halamannya di jombang untuk mendapatkan celupan air berkah dari batu yang menurut pengakuannya didapatkan setelah terkena petir. Begitu luar biasanya anak ini sampai orang-orang luar Indonesia tertarik untuk berobat ke Ponari. Ponari menjadi sebuah fenomena yang menggambarkan keadaan sosial masyarakat Indonesia ditengah mahalnya pengobatan modern yang tidak terjangkau bagi masyarakat yanng kebanyakan berpredikat kurang mampu. Tetapi yang juga menurut saya luar biasa adalah efek dari fenomena ponari adalah bukti ada sesuatu hal yang memang tidak bisa dijelaskan dengan logika. Efek positifnya adalah pembangunan desa ponari yang dahulunya terkenal minskin menjadi kawasan yang sedikit terangkat karena putaran ekonomi yang terjadi dikawasan rumah ponari. Tulisan ini hanya sekedar informasi yang bersifat obyektif dan tidak berhubungan dengan sikap kebanggaan walaupun ada beberapa hal dari tulisan saya diatas yang membuat saya bangga. Bagaimanapun orang membicarakan jombang dengan berbagai hal yang luar biasa atau tidak, saya tetap bangga dengan kota tempat kelahiran saya. Salam kompasiana Kamaluddin Ramdhan /kamalramdhan seseorang yang sedang belajar di ganasnya sebuah zaman, zaman yang sudah uedan tenan... Selengkapnya... IKUTI Share 0 0 Memuat... KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS. LABEL sejarah humaniora TANGGAPI DENGAN ARTIKEL

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/kamalramdhan/jombang-dan-orang-orang-luar-biasa-di-dalamnya_55004377a3331123705105d1
PILIHAN Jombang, dan Orang-orang Luar Biasa di Dalamnya 15 November 2010 06:39:22 Diperbarui: 26 Juni 2015 11:36:05 Dibaca : 3,296 Komentar : 3 Nilai : 0 Jombang, dan Orang-orang Luar Biasa di Dalamnya 12898029241666232291 kawasan ringin contong, jombang (imuijo.org) Kebetulan saya asli kelahiran Jombang, Jawa Timur. Maka wajar kalau saya punya sedikit konsentrasi tersendiri dengan kota saya tercinta. Tetapi mohon tulisan saya ini tidak dianggap sebagai sebuah kebanggaan berlebihan terhadap kota asal kelahiran karena bagaimanapun sebuah kebanggaan yang tidak didasari cinta kasih akan berubah menjadi kesombongan. Saya ingin bercerita tentang orang-orang luar biasa yang 'kebetulan' lahir dari tanah pertiwi dibelahan kota jombang. Daftar berikut tidak terkait dengan siapa yang paling luar biasa berdasarkan peringkat nomor. Juga tidak terkait dengan hal positif atau negatif dari 'keluarbiasaan' mereka. Hadratus Syaikh Hasyim Asy'ari. Atau K.H. Hasyim Asy'ari, beliau adalah pendiri pondok pesantren tebuireng sekaligus pendiri organisasi kemasyarakatan terbesar NU (Nahdhatul Ulama). NU sebagai organisasi terbesar yang tersebar sampai ke seluruh penjuru nusantara sampai saat ini tetap berdiri kokoh dengan landasan Ahlusunnah Wal Jama'ah dan tetap memegang teguh pada sikap nasionalisme dengan dukungan penuh pada asas pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. K.H. Hasyim Asy'ari dikenal sebagai orang yang sangat berpengaruh dan dihormati sebagai kiblat kyai nusantara. K.H. Hasyim Asy'ari juga dikenal sebagai pahlawan nasional yang turut serta memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. A. Wahid Hasyim. Wahid Hasyim adalah putra dari Kyai Hasyim Asy'ari yang segaligus sebagai ayah dari presiden keempa RI Abdurrahman Wahid. Wahid Hasyim adalah pahlawan nasional dan mentri negara kabinet pertama RI yang turut juga memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Saat itu beliau mendirikan Barisan Hizbullah yang membatu perjuangan umat islam untuk merebut kemerdekaan. Menjelang kemerdekaan tahun 1945, Wahid Hasyim menjadi anggota BPUPKI dan PPKI yang ikut merumuskan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Beliau meninggal 19 april 1953 dalam sebuah kecelakaan. Jenazahnya dimakamkan di makam keluarga di lingkungan pondok pesantren Tebuireng Jombang. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Beliau adalah cucu dari K.H. Hasyim Asy'ari. Gus Dur adalah orang yang sangat luar biasa dalam gebrakan pemikirannya. Kebebasan pemikirannya yang kadang terlihat 'nyleneh' dianggap sebagai lokomotif yang berjalan sendiri meninggalkan gerbong-gerbong kereta dibelakangnya, sehingga sebagian orang kadang tidak mampu memahami alur pikiran yang diutarakan oleh Gus Dur. Sikap perjuangannya membela hak-hak minorias patut dijadikan acuan, termasuk kegigihannya dalam memelihara demokrasi yang sehat ditengah sebuah negara berpenduduk Islam terbesar di dunia. Gus Dur layak disandingkan dengan orang-orang besar di dunia yang turut serta menjaga nilai-nilai pluralisme dan kesetaraan. Gus Dur juga dikenal dengan seorang humoris dan sering memberikan jalan keluar yang tak terpikirkan ditengah-tengah situasi menegangkan. Gus Dur memang patut dianggap sebagai orang luar biasa. Nur Cholish Madjid. Biasa dipanggil Cak Nur adalah seorang pemikir, cendekiawan, dan budayawan Indonesia. Gagasan luar biasanya adalah tentang sekularisasi dan pluralisme dalam agama yang menjadikannya seorang cendekia muslim terdepa saat itu. Menurut Cak Nur, keyakinan adalah hak primordial setiap manusia dan keyakinan meyakini keberadaan Tuhan adalah keyakinan yang mendasar. Keyakinan itulah yang menyebabkan seseorang memiliki keyakinan yang berbeda walaupun memeluk agama yang sama. Cak Nur mendukung kebebasan beragama asal tetap dilandasi dengan tanggung jawab dari keyakinan yang dipegangnya. Menurutnya, ketika menghadap Tuhan di kehidupan yang akan datang akan bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan, dan kebebasan dalam memilih adalah konsep yang logis. Manusia akan bertanggung jawab secara pribadi atas apa yang ia lakukan dengan yakin. Apa yang diyakini, itulah yang dipertanggung jawabkan. Maka pahala ataupun dosa akan menjadi benar-benar imbalan atas apa yang secara yakin ia lakukan. Emha Ainun Nadjib. Biasa dipanggil Cak Nun adalah seorang intelekual dan budayawan Indonesia. Cak nun juga dikenal sebagai seoranng sastrawan yang mumpuni. Karya-karyanya banyak tersebar berupa tulisan-tulisan dan buku. Beliau pernah 'diusir' dari pondok pesantren Gontor karena 'berdemo' melawan pemerintah. Dalam perkembangannya Cak Nun secara langsung terjun didalam masyarakat. Dan menanamkan pendidikan masyarakat melalui pengajian dan forum-forum yang dibentuknya. Diantara forum itu adalah padhang mbulan, sebuah komunitas masyarakat yang diadakan rutin setiap bulan di daerah kelahirannya di Menturo Jombang. Di Padhang Mbulan inilah Cak Nun memadukan dinamika pendidikan agama, kesenian, pendidikan politik, sinergi ekonomi untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar. Jadi jika anda melihat rembulan sedang purnama di atas langit, ingatlah saat itu ada sebuah forum terbuka di sebuah desa terpencil bernama menturo yang mengundang siapa saja, tidak terlepas dari partai politik, agama, etnis, petani, orang kaya, copet dan lain sebagainya boleh masuk kedalam komunitas tersebut. Cak Nun juga terkenal dengan Kyai Kanjengnya. Yaitu gendingan jawa yang dibalur dengan musik-musik modern dan diiringi dengan syair-syair ciptaan beliau dan orang-orang terkenal dimasa lampau, seperti tembang-tembang sunan Kalijaga dan lain sebagainya. Yang luar biasa dari Cak Nun adalah, beliau sanggup merangkul siapa saja untuk masuk kedalam komunitasnya. Bahasa yang digunakan beliau sangat luwes sehingga tidak menyakiti yang dianggap lawan maupun kawan. Sindiran-sindiran halus namun mengena sering dilontarkan Cak Nun untuk mencairkan suasana namun tetap mengena pada sasaran dan membuat sesorang untuk berfikir. Dalam setiap forum yang diadakan. Beliau selalu mengedepankan pembangunan dari dekontruksi berupa pemahaman atas nilai-nilai, pola komunikasi, perhubungan kultural, pendidikan berfikir dan menyguhkan solusi atas masalah kemasyarakatan. Di Jakarta juga ada forum yang dibentuk Cak Nun, tepatnya di taman Ismail Marzuki yang diberi nama Kenduri Cinta Asmuni atau Toto Asmuni. Asal Jombang Jawa Timur, lahir 17 Juni 1932. Siapa yang tak kenal asmuni. Seorang pelawak yang khas dengan kumis 'Charlie Chaplin' dan juga tawanya yang terkesan suaranya keluar dari hidung. Dia adalah seseorang kelahiran jombang, tepatnya di kecamatan diwek. Diwek adalah sebuah kecamatan yang didalamnya berdiri desa tebuireng dimana Gus Dur dilahirkan. Diantara kata-katanya yang terkenal sampai sekarang adalah "wassalam" yang diucapkan dalam sebuah iklan sebuah produk sarung tenun. Asmuni adalah salah satu anggota senior grup lawak Srimulat. Beliau terkenal sebagai pelawak yang piawai dalam menggambarkan realitas kehidupan masyarakat. Hal demikian karena beliau memang berasal dari sebuah desa yang masih menjaga nilai-nilai tradisi dan adat istiadat. Beliau meninggal di Mojokerto Sabtu 21 Juli 2007. Gombloh. Lahir di Jombang, Jawa Timur 14 juli 1948. Nama aslinya Soedjarwoto Soemarsono adalah seorang penyanyi. Beliau bergabung dengan group musik beraliran oart rock/orchestral rock Lemon Tree's Anno '69. Dalam karirnya Gombloh dikenal dengan musiknya yang menggambarkan kehidupan sehari-hari seperti lagu Doa Seorang Pelacur, Kilang-Kilang, Poligami Poligami, Nyanyi Anak Seorang Pencuri, Selamat Pagi Kotaku. lirik-liriknya terkesan sangat puitis dan misterius. Musik-musik bertema nasionalismenya menjadi ciri khasnya seperti lagu Dewa Ruci, Gugur Bunga, Gaung Mojokerto-Surabaya, Indonesia Kami, Indonesiaku, Indonesiamu, Pesan Buat Negeriku. Yang sampai sekarang sering dinyanyikan oleh penyanyi zaman ini adalah Kebyar Kebyar. Diantara penggalan liriknya adalah : Indonesia … merah darahku, putih tulangku bersatu dalam semangatmu ... Abu Bakar Ba'asyir. Kelahiran Jombang, Jawa Timur 17 Agustus 1938. Abu Bakar Ba'asyir saya anggap luar biasa karena pengaruhnya bagi dunia internasional. Abu bakar ba'asyir dituduh sebagai otak dibalik kegiatan terorisme di Indonesia. Sampai saat ini polisi masih berusaha mendapatkan bukti yang kuat atas keterlibatannya dalam serangkaian penyerangan dan pengeboman di Indonesia. Berbagai badan intelijen menuduh Ba'asyir sebagai kepala spiritual Jemaah Islamiyah (JI) yang punya kaitan dengan jaringan al Qaeda dan terorisme, namun Abu Bakar Ba'asyir membantahnya. Yang lebih luar biasa adalah ketika beliau melarikan diri ke Malaysia di jaman orde baru karena sikap penolakanannya terhadap falsafah pancasila sebagai dasar negara. Ryan atau Very Idam Henyansyah. Adalah seorang kelahiran Jombang yang sangat menghebohkan dalam hal pembunuhan. Rekor pembunuhan yang dipegang sangat mencengangkan yaitu sebanyak 11 orang. Pembunuhan yang dilakukan dengan sangat keji. Saya memasukkan dalam orang-orang luar biasa dari jombang bukan karena kebanggaan tapi hanya sekedar informasi bahwa Jombang karena pemberitaan yang besar-besaran oleh media yang meliput pembunuhan riyan beberapa waktu lalu membuat orang penasaran dengan kota kecil ini. Ponari atau Muhammad Ponari. Dia adalah seorang anak yang luar biasa menyedot perhatian massa. Dengan batu 'ajaibnya' yang katanya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Faktanya ribuan orang datang setiap harinya memadati kampung halamannya di jombang untuk mendapatkan celupan air berkah dari batu yang menurut pengakuannya didapatkan setelah terkena petir. Begitu luar biasanya anak ini sampai orang-orang luar Indonesia tertarik untuk berobat ke Ponari. Ponari menjadi sebuah fenomena yang menggambarkan keadaan sosial masyarakat Indonesia ditengah mahalnya pengobatan modern yang tidak terjangkau bagi masyarakat yanng kebanyakan berpredikat kurang mampu. Tetapi yang juga menurut saya luar biasa adalah efek dari fenomena ponari adalah bukti ada sesuatu hal yang memang tidak bisa dijelaskan dengan logika. Efek positifnya adalah pembangunan desa ponari yang dahulunya terkenal minskin menjadi kawasan yang sedikit terangkat karena putaran ekonomi yang terjadi dikawasan rumah ponari. Tulisan ini hanya sekedar informasi yang bersifat obyektif dan tidak berhubungan dengan sikap kebanggaan walaupun ada beberapa hal dari tulisan saya diatas yang membuat saya bangga. Bagaimanapun orang membicarakan jombang dengan berbagai hal yang luar biasa atau tidak, saya tetap bangga dengan kota tempat kelahiran saya. Salam kompasiana Kamaluddin Ramdhan /kamalramdhan seseorang yang sedang belajar di ganasnya sebuah zaman, zaman yang sudah uedan tenan... Selengkapnya... IKUTI Share 0 0 Memuat... KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS. LABEL sejarah humaniora TANGGAPI DENGAN ARTIKEL

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/kamalramdhan/jombang-dan-orang-orang-luar-biasa-di-dalamnya_55004377a3331123705105d1
PILIHAN Jombang, dan Orang-orang Luar Biasa di Dalamnya 15 November 2010 06:39:22 Diperbarui: 26 Juni 2015 11:36:05 Dibaca : 3,296 Komentar : 3 Nilai : 0 Jombang, dan Orang-orang Luar Biasa di Dalamnya 12898029241666232291 kawasan ringin contong, jombang (imuijo.org) Kebetulan saya asli kelahiran Jombang, Jawa Timur. Maka wajar kalau saya punya sedikit konsentrasi tersendiri dengan kota saya tercinta. Tetapi mohon tulisan saya ini tidak dianggap sebagai sebuah kebanggaan berlebihan terhadap kota asal kelahiran karena bagaimanapun sebuah kebanggaan yang tidak didasari cinta kasih akan berubah menjadi kesombongan. Saya ingin bercerita tentang orang-orang luar biasa yang 'kebetulan' lahir dari tanah pertiwi dibelahan kota jombang. Daftar berikut tidak terkait dengan siapa yang paling luar biasa berdasarkan peringkat nomor. Juga tidak terkait dengan hal positif atau negatif dari 'keluarbiasaan' mereka. Hadratus Syaikh Hasyim Asy'ari. Atau K.H. Hasyim Asy'ari, beliau adalah pendiri pondok pesantren tebuireng sekaligus pendiri organisasi kemasyarakatan terbesar NU (Nahdhatul Ulama). NU sebagai organisasi terbesar yang tersebar sampai ke seluruh penjuru nusantara sampai saat ini tetap berdiri kokoh dengan landasan Ahlusunnah Wal Jama'ah dan tetap memegang teguh pada sikap nasionalisme dengan dukungan penuh pada asas pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. K.H. Hasyim Asy'ari dikenal sebagai orang yang sangat berpengaruh dan dihormati sebagai kiblat kyai nusantara. K.H. Hasyim Asy'ari juga dikenal sebagai pahlawan nasional yang turut serta memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. A. Wahid Hasyim. Wahid Hasyim adalah putra dari Kyai Hasyim Asy'ari yang segaligus sebagai ayah dari presiden keempa RI Abdurrahman Wahid. Wahid Hasyim adalah pahlawan nasional dan mentri negara kabinet pertama RI yang turut juga memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Saat itu beliau mendirikan Barisan Hizbullah yang membatu perjuangan umat islam untuk merebut kemerdekaan. Menjelang kemerdekaan tahun 1945, Wahid Hasyim menjadi anggota BPUPKI dan PPKI yang ikut merumuskan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Beliau meninggal 19 april 1953 dalam sebuah kecelakaan. Jenazahnya dimakamkan di makam keluarga di lingkungan pondok pesantren Tebuireng Jombang. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Beliau adalah cucu dari K.H. Hasyim Asy'ari. Gus Dur adalah orang yang sangat luar biasa dalam gebrakan pemikirannya. Kebebasan pemikirannya yang kadang terlihat 'nyleneh' dianggap sebagai lokomotif yang berjalan sendiri meninggalkan gerbong-gerbong kereta dibelakangnya, sehingga sebagian orang kadang tidak mampu memahami alur pikiran yang diutarakan oleh Gus Dur. Sikap perjuangannya membela hak-hak minorias patut dijadikan acuan, termasuk kegigihannya dalam memelihara demokrasi yang sehat ditengah sebuah negara berpenduduk Islam terbesar di dunia. Gus Dur layak disandingkan dengan orang-orang besar di dunia yang turut serta menjaga nilai-nilai pluralisme dan kesetaraan. Gus Dur juga dikenal dengan seorang humoris dan sering memberikan jalan keluar yang tak terpikirkan ditengah-tengah situasi menegangkan. Gus Dur memang patut dianggap sebagai orang luar biasa. Nur Cholish Madjid. Biasa dipanggil Cak Nur adalah seorang pemikir, cendekiawan, dan budayawan Indonesia. Gagasan luar biasanya adalah tentang sekularisasi dan pluralisme dalam agama yang menjadikannya seorang cendekia muslim terdepa saat itu. Menurut Cak Nur, keyakinan adalah hak primordial setiap manusia dan keyakinan meyakini keberadaan Tuhan adalah keyakinan yang mendasar. Keyakinan itulah yang menyebabkan seseorang memiliki keyakinan yang berbeda walaupun memeluk agama yang sama. Cak Nur mendukung kebebasan beragama asal tetap dilandasi dengan tanggung jawab dari keyakinan yang dipegangnya. Menurutnya, ketika menghadap Tuhan di kehidupan yang akan datang akan bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan, dan kebebasan dalam memilih adalah konsep yang logis. Manusia akan bertanggung jawab secara pribadi atas apa yang ia lakukan dengan yakin. Apa yang diyakini, itulah yang dipertanggung jawabkan. Maka pahala ataupun dosa akan menjadi benar-benar imbalan atas apa yang secara yakin ia lakukan. Emha Ainun Nadjib. Biasa dipanggil Cak Nun adalah seorang intelekual dan budayawan Indonesia. Cak nun juga dikenal sebagai seoranng sastrawan yang mumpuni. Karya-karyanya banyak tersebar berupa tulisan-tulisan dan buku. Beliau pernah 'diusir' dari pondok pesantren Gontor karena 'berdemo' melawan pemerintah. Dalam perkembangannya Cak Nun secara langsung terjun didalam masyarakat. Dan menanamkan pendidikan masyarakat melalui pengajian dan forum-forum yang dibentuknya. Diantara forum itu adalah padhang mbulan, sebuah komunitas masyarakat yang diadakan rutin setiap bulan di daerah kelahirannya di Menturo Jombang. Di Padhang Mbulan inilah Cak Nun memadukan dinamika pendidikan agama, kesenian, pendidikan politik, sinergi ekonomi untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar. Jadi jika anda melihat rembulan sedang purnama di atas langit, ingatlah saat itu ada sebuah forum terbuka di sebuah desa terpencil bernama menturo yang mengundang siapa saja, tidak terlepas dari partai politik, agama, etnis, petani, orang kaya, copet dan lain sebagainya boleh masuk kedalam komunitas tersebut. Cak Nun juga terkenal dengan Kyai Kanjengnya. Yaitu gendingan jawa yang dibalur dengan musik-musik modern dan diiringi dengan syair-syair ciptaan beliau dan orang-orang terkenal dimasa lampau, seperti tembang-tembang sunan Kalijaga dan lain sebagainya. Yang luar biasa dari Cak Nun adalah, beliau sanggup merangkul siapa saja untuk masuk kedalam komunitasnya. Bahasa yang digunakan beliau sangat luwes sehingga tidak menyakiti yang dianggap lawan maupun kawan. Sindiran-sindiran halus namun mengena sering dilontarkan Cak Nun untuk mencairkan suasana namun tetap mengena pada sasaran dan membuat sesorang untuk berfikir. Dalam setiap forum yang diadakan. Beliau selalu mengedepankan pembangunan dari dekontruksi berupa pemahaman atas nilai-nilai, pola komunikasi, perhubungan kultural, pendidikan berfikir dan menyguhkan solusi atas masalah kemasyarakatan. Di Jakarta juga ada forum yang dibentuk Cak Nun, tepatnya di taman Ismail Marzuki yang diberi nama Kenduri Cinta Asmuni atau Toto Asmuni. Asal Jombang Jawa Timur, lahir 17 Juni 1932. Siapa yang tak kenal asmuni. Seorang pelawak yang khas dengan kumis 'Charlie Chaplin' dan juga tawanya yang terkesan suaranya keluar dari hidung. Dia adalah seseorang kelahiran jombang, tepatnya di kecamatan diwek. Diwek adalah sebuah kecamatan yang didalamnya berdiri desa tebuireng dimana Gus Dur dilahirkan. Diantara kata-katanya yang terkenal sampai sekarang adalah "wassalam" yang diucapkan dalam sebuah iklan sebuah produk sarung tenun. Asmuni adalah salah satu anggota senior grup lawak Srimulat. Beliau terkenal sebagai pelawak yang piawai dalam menggambarkan realitas kehidupan masyarakat. Hal demikian karena beliau memang berasal dari sebuah desa yang masih menjaga nilai-nilai tradisi dan adat istiadat. Beliau meninggal di Mojokerto Sabtu 21 Juli 2007. Gombloh. Lahir di Jombang, Jawa Timur 14 juli 1948. Nama aslinya Soedjarwoto Soemarsono adalah seorang penyanyi. Beliau bergabung dengan group musik beraliran oart rock/orchestral rock Lemon Tree's Anno '69. Dalam karirnya Gombloh dikenal dengan musiknya yang menggambarkan kehidupan sehari-hari seperti lagu Doa Seorang Pelacur, Kilang-Kilang, Poligami Poligami, Nyanyi Anak Seorang Pencuri, Selamat Pagi Kotaku. lirik-liriknya terkesan sangat puitis dan misterius. Musik-musik bertema nasionalismenya menjadi ciri khasnya seperti lagu Dewa Ruci, Gugur Bunga, Gaung Mojokerto-Surabaya, Indonesia Kami, Indonesiaku, Indonesiamu, Pesan Buat Negeriku. Yang sampai sekarang sering dinyanyikan oleh penyanyi zaman ini adalah Kebyar Kebyar. Diantara penggalan liriknya adalah : Indonesia … merah darahku, putih tulangku bersatu dalam semangatmu ... Abu Bakar Ba'asyir. Kelahiran Jombang, Jawa Timur 17 Agustus 1938. Abu Bakar Ba'asyir saya anggap luar biasa karena pengaruhnya bagi dunia internasional. Abu bakar ba'asyir dituduh sebagai otak dibalik kegiatan terorisme di Indonesia. Sampai saat ini polisi masih berusaha mendapatkan bukti yang kuat atas keterlibatannya dalam serangkaian penyerangan dan pengeboman di Indonesia. Berbagai badan intelijen menuduh Ba'asyir sebagai kepala spiritual Jemaah Islamiyah (JI) yang punya kaitan dengan jaringan al Qaeda dan terorisme, namun Abu Bakar Ba'asyir membantahnya. Yang lebih luar biasa adalah ketika beliau melarikan diri ke Malaysia di jaman orde baru karena sikap penolakanannya terhadap falsafah pancasila sebagai dasar negara. Ryan atau Very Idam Henyansyah. Adalah seorang kelahiran Jombang yang sangat menghebohkan dalam hal pembunuhan. Rekor pembunuhan yang dipegang sangat mencengangkan yaitu sebanyak 11 orang. Pembunuhan yang dilakukan dengan sangat keji. Saya memasukkan dalam orang-orang luar biasa dari jombang bukan karena kebanggaan tapi hanya sekedar informasi bahwa Jombang karena pemberitaan yang besar-besaran oleh media yang meliput pembunuhan riyan beberapa waktu lalu membuat orang penasaran dengan kota kecil ini. Ponari atau Muhammad Ponari. Dia adalah seorang anak yang luar biasa menyedot perhatian massa. Dengan batu 'ajaibnya' yang katanya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Faktanya ribuan orang datang setiap harinya memadati kampung halamannya di jombang untuk mendapatkan celupan air berkah dari batu yang menurut pengakuannya didapatkan setelah terkena petir. Begitu luar biasanya anak ini sampai orang-orang luar Indonesia tertarik untuk berobat ke Ponari. Ponari menjadi sebuah fenomena yang menggambarkan keadaan sosial masyarakat Indonesia ditengah mahalnya pengobatan modern yang tidak terjangkau bagi masyarakat yanng kebanyakan berpredikat kurang mampu. Tetapi yang juga menurut saya luar biasa adalah efek dari fenomena ponari adalah bukti ada sesuatu hal yang memang tidak bisa dijelaskan dengan logika. Efek positifnya adalah pembangunan desa ponari yang dahulunya terkenal minskin menjadi kawasan yang sedikit terangkat karena putaran ekonomi yang terjadi dikawasan rumah ponari. Tulisan ini hanya sekedar informasi yang bersifat obyektif dan tidak berhubungan dengan sikap kebanggaan walaupun ada beberapa hal dari tulisan saya diatas yang membuat saya bangga. Bagaimanapun orang membicarakan jombang dengan berbagai hal yang luar biasa atau tidak, saya tetap bangga dengan kota tempat kelahiran saya. Salam kompasiana Kamaluddin Ramdhan /kamalramdhan seseorang yang sedang belajar di ganasnya sebuah zaman, zaman yang sudah uedan tenan... Selengkapnya... IKUTI Share 0 0 Memuat... KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS. LABEL sejarah humaniora TANGGAPI DENGAN ARTIKEL

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/kamalramdhan/jombang-dan-orang-orang-luar-biasa-di-dalamnya_55004377a3331123705105d1